• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 18 January 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home DESTINASI

Terpendam 700 Tahun, Situs Tondowongso Dihidupkan Kembali

16 Sep 2025
in DESTINASI
Reading Time: 2 mins read
0
Terpendam 700 Tahun, Situs Tondowongso Dihidupkan Kembali

Situs Tondowong di Desa Gayam Kecamatan Gurah baru saja diekskavasi kembali. (Foto: Dimas/Kediripedia.com)

PULUHAN pasak kayu masih tertancap di area Situs Tondowongso, Gurah, Kabupaten Kediri, Kamis, 11 September 2025. Sekitar dua minggu lalu, kawasan bersejarah dari Kerajaan Kediri itu digali dan diteliti kembali. Hasilnya, ditemukan struktur batu bata serta pondasi bangunan kuno abad ke-11.

Penggalian atau ekskavasi itu digelar pada 20-29 Agustus 2025. Dalam dunia arkeologi, ekskavasi adalah mengupas lapisan tanah untuk mengungkap data sejarah. Pada penelitian ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI Jawa Timur.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Patung Macan Kediri dan Menara Eiffel Prancis, Dicemooh Lalu Dipuja

Huruf Era Kediri Kuno Mempercantik Jembatan Brawijaya

Lawadan, Prasasti yang Menandai Tulungagung Menjadi Wilayah Merdeka

“Bukan sekadar ekskavasi, tapi juga pengembangan Tondowongso menjadi kawasan wisata sejarah,” kata Eko Priatno, Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Kediri.

Dia menambahkan, candi di Situs Tondowongso rencananya dibangun cungkup. Sebanyak delapan atap pelindung akan dipasang untuk mencegah kerusakan. Bentuknya kemungkinan seperti bangunan di Candi Adan-adan.

Gundukan tanah masih tampak di area Situs Tondowongso usai ekskavasi pada Agustus 2025. (Foto: Dimas/Kediripedia.com)

Ekskavasi Tondowongso kali ini merupakan yang keempat. Pertama pada Desember 2006, kedua 2007, berikutnya tahun 2022, dan yang terbaru 2025. Di lokasi tersebut ditemukan gapura, tiga candi pewarta atau pendamping, dan satu candi induk. 

“Adanya ekskavasi pengembangan menjawab pertanyaan masyarakat tentang kelanjutan situs ini,” kata Edi Saputro, juru pelihara Situs Tondowongso.

Selain warga sekitar, sejumlah wisatawan juga banyak yang prihatin akan nasib situs bersejarah ini. Usai ekskavasi pada 2006, situs seperti dibiarkan tak terurus. Struktur batu bata kuno terpapar panas matahari. Saat musim penghujan, bahkan candi terendam air.

Pada penggalian pertama dan kedua, para arkeolog mendapati 14 arca di kedalaman 1,5 meter. Benda purbakala itu yakni arca siwa catur muka, durga mahisasuramardini, dua arca nandi, yoni, lingga, arca surya, dua arca chandra, mahakala, ardhanari, agastya, dua fragmen kaki, dan kepala. 

Belasan peninggalan itu selama bertahun-tahun disimpan di Museum Trowulan. Pada 2024, artefak itu berhasil dipulangkan ke Kediri, kini disimpan di Museum Joyoboyo kawasan Pamenang.

Ekskavasi Situs Tondowongso diyakini akan terus berlanjut. Para arkeolog menyimpulkan bahwa luas situs mencapai lebih dari satu hektar. Tak heran, lokasi bersejarah ini jadi salah satu penemuan arkeologi klasik terbesar dalam 30 tahun terakhir. 

Dibangun abad 11, situs tersebut diperkirakan hancur pada abad 13. Itu artinya, kawasan kuno ini terpendam hampir 700 tahun. Tondowongso kemungkinan mulai ditinggalkan seiring hilangnya Kerajaan Kediri, luluh lantak akibat banjir, serta letusan Gunung Kelud. (Dimas Eka Wijaya)

Tags: #headline#Kediri#SEJARAH
Previous Post

Ketua AJI: Demokrasi Kita Sedang Sakit

Next Post

Menengok Jejak Kehancuran Kerajaan Kediri di Situs Tondowongso

Next Post
Terpendam 700 Tahun, Situs Tondowongso Dihidupkan Kembali

Menengok Jejak Kehancuran Kerajaan Kediri di Situs Tondowongso

Tak Ada yang Ingin Jadi Manusia Silver Selamanya

Tak Ada yang Ingin Jadi Manusia Silver Selamanya

Discussion about this post

JELAJAHI

  • BISNIS (110)
  • DESTINASI (112)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (223)
  • PEOPLE (242)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA