• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Saturday, 2 May 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home PEOPLE

Lelaki Perajut dari Lereng Gunung Kelud

15 Nov 2022
in PEOPLE
Reading Time: 3 mins read
Lelaki Perajut dari Lereng Gunung Kelud

Yogi Setyawan, lelaki asal Kediri yang gemar merajut. (Foto: FB Lanang Rajut)

AKTIVITAS merajut tak hanya identik dengan perempuan. Keahlian mengaitkan benang menjadi lembaran kain ini juga dikuasai kaum pria. Salah satunya, Yogi Setyawan. Lelaki asal Kediri, Jawa Timur itu mahir merenda tali rajut untuk dijadikan produk fesyen seperti tas, baju, dompet, dan topi.

Yogi sudah menekuni dunia rajut yang dikerjakan secara manual atau handmade ini selama hampir 15 tahun. Berawal dari sekadar hobi, siapa sangka rajutan buatannya laku di pasaran. Dia memberi nama produk rajutan itu dengan sebutan Lanang Rajut. Dalam bahasa Jawa, lanang artinya laki-laki.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Jangan Sebar Berita Bunuh Diri di Medsos

Warga Buka Blokade TPA Klotok, Pembuangan Sampah Kota Kediri Normal

Warga Pojok Blokade TPA Klotok, Sampah se-Kota Kediri Menggunung

“Sangat jarang lelaki yang bekerja sebagai perajut seperti saya,” kata Yogi, Minggu, 31 Oktober 2022.

Pria berusia 29 tahun ini bercerita jika keterampilan merenda mulai dipelajari saat dia berada di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Saat itu, dia ikut merantau bersama orang tuanya yang membuka bisnis warung makan. Selama 7 tahun di Kalimantan, Yogi menghasilkan beragam karya rajutan, bahkan hampir semuanya laris terjual.

Pada 2016, dia memutuskan pulang ke kampung halamannya di Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Kawasan itu terletak di lereng Gunung Kelud. Ketika produknya itu dipasarkan di Kediri, justru sepi peminat. Meski begitu, dia tak putus asa dan terus berkarya.

Keahlian Yogi baru diketahui secara luas ketika dia mengikuti pelatihan membuat kerajinan tali yang diadakan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Pada acara itu, dia menenteng tas rajut. Tas buatannya ini berhasil memukau para peserta maupun pemerintah.

“Dari acara itu saya sering diajak mengikuti pameran di Kediri dan kota lain seperti Bandung, Surabaya, dan Situbondo,” kata lelaki yang hanya lulusan sekolah menengah pertama itu.

Pemeran produk Lanang Rajut di Expo UMKM Kediri. (Foto: Yogi)

Yogi akhirnya mendapat akses publikasi lebih luas, fasilitas produksi, hingga izin usaha. Satu karya dijual dengan harga termurah 35 ribu rupiah. Sedangkan yang paling mahal yaitu 800 ribu rupiah.

Karya milik Yogi memiliki ciri khas warna menyala dengan hasil rajutan yang sangat rapi dan padat. Dalam sebulan, dia bisa membuat kurang lebih  6-7 tas ukuran standar. Penghasilan yang diperoleh tiap bulan sekitar 5-10 juta rupiah.

Produk Lanang Rajut berupa baju, dompet, dan cover sepatu. (Foto: Yogi)

Produk buatan Yogi sengaja tidak dipasarkan melalui marketplace seperti facebook, shopee, dan tokopedia. Menurutnya, di pasar online banyak rajutan buatan mesin dengan kualitas lebih rendah. Jika memaksakan menaruh produk di marketplace, justru tidak banyak yang tertarik. Sebab, kecenderungan orang membeli lewat online selalu mencari barang dengan harga murah.

“Pesanan paling banyak datang dari instagram,” ujar Yogi.

Untuk menambah penghasilan, dia beberapa kali membuat kelas merajut  offline maupun online. Peserta terbanyak di kelas yang dia buat yaitu diikuti 1200 orang dari seluruh daerah di Indonesia. Sistem kelas online digelar lewat grup whatsapp. Hasil rajutan peserta lalu dikirim lewat paket untuk kemudian dievaluasi.

Pada 2018, peserta kelas diajak melakukan donasi 1000 koyah untuk anak yatim. Di luar dugaan, respon mereka melebihi ekspektasi awal. Ada yang memberi benang rajut secara cuma cuma untuk dijadikan kopyah, jilbab, dan beragam alat beribadah lainnya.

Saat ini, Yogi juga aktif menjabat sebagai Ketua UMKM Kecamatan Puncu. Dia gemar membuka berbagai kelas keterampilan serta kiat-kiat merintis usaha. Yogi berkeinginan mengajak lebih banyak pemuda menjadi seorang pengusaha di berbagai bidang yang diminati. (Oktavina Dwiyanti, Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Kediri, sedang magang di Kediripedia.com)

Tags: #headline#Kediri#people#UMKM
Previous Post

Guru Honorer di Kediri Membuka Les Gratis

Next Post

Jagalah Kesehatan Mental Anak

Next Post
Jagalah Kesehatan Mental Anak

Jagalah Kesehatan Mental Anak

Gus Sholeh, Ulama Ahli Astronomi dari Kediri

Gus Sholeh, Ulama Ahli Astronomi dari Kediri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA