• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 19 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home DESTINASI

Aksara Kuadrat Dihidupkan Lagi Sebagai Ornamen Jembatan Brawijaya Kota Kediri

24 Sep 2025
in DESTINASI
Reading Time: 3 mins read
Aksara Kuadrat Dihidupkan Lagi Sebagai Ornamen Jembatan Brawijaya Kota Kediri

Proses rehabilitasi tiang Jembatan Brawijaya dimulai. (Foto: Dimas)

USAI hancur akibat dilalap api setahun lalu, tiang sebelah barat Jembatan Brawijaya Kota Kediri mulai direnovasi pada Selasa, 23 September 2025. Bukan hanya di bagian yang terbakar, pembenahan juga dilakukan di hampir seluruh badan material pilar. Keempat tiang rencananya dihiasi ornamen aksara kuadrat, huruf penanda Kerajaan Kediri dari abad ke-11.

Menurut catatan sejarah, huruf kuadrat merupakan gaya penulisan atau font bahasa Jawa Kuno. Ciri khasnya berbentuk persegi dan ditulis timbul dari permukaan medianya. Aksara itu akan ditulis dengan warna emas pada tiang-tiang Jembatan Brawijaya.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Gunung Sari, Makam di Antara Kisah Laskar Diponegoro dan Sekartaji

Pecinan Menghadap Kali Brantas, Konsep Kota Riverfront di Kediri

Patung Macan Kediri dan Menara Eiffel Prancis, Dicemooh Lalu Dipuja

“Kami mengusung konsep kejayaan, ada nuansa keemasan yang harapannya bisa menjadi ikon baru di Kota Kediri,” kata Yono Heryadi, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri.

Kalimat yang ditulis pada pilar mengambil tema khas Kediri dan bernilai kebangsaan. Di antaranya Djojo ing Bojo yang artinya mengalahkan marabahaya, Bhineka Tunggal Ika, dan Tut Wuri Handayani.

Yono, PLT Kelapa Dinas PUPR Kota Kediri dan Made, Kabag Bina Marga berada di lokasi proyek rehabilitasi Jembatan Semampir. (Foto: Dimas)

Menurut Yono, aksara kuadrat dihadirkan sebagai upaya menghidupkan kembali kearifan lokal Kota Kediri. Realisasi konsep ini membutuhkan kajian panjang dan mendalam. Praktisi, arkeolog, dan ahli konstruksi dilibatkan untuk mengkaji penyusunan serta penempatan posisi huruf kuadrat.

Dari bentuknya, huruf ini amat cocok jika dimanfaatkan sebagai ornamen bangunan arsitektur modern. Sedangkan dari kajian budaya, huruf ini jadi identitas kejayaan Kerajaan Kediri. Persebarannya banyak ditemukan di bangunan bersejarah sekitar Gunung Wilis.

“Proses rehabilitasi ditargetkan akan selesai pada 16 Desember 2025,” kata Yono.

Anggaran pelaksanaan bersumber dari APBD dengan nominal Rp 3,8 miliar. Namun, setelah melalui proses tender dan dimenangkan oleh CV. Abricon proyek ini berhasil ditekan menjadi Rp 3,3 miliar.

Dia menambahkan, selain karena terbakar, Jembatan Brawijaya memang perlu dibenahi.

Pekerja mulai membongkar lapisan tiang Jembatan Brawijaya yang mulai pudar. (Foto: Dimas)

Sejak beberapa tahun lalu seluruh tiang warnanya mulai pudar. Rencananya, lembaran fiber yang melapisi beton cor setebal 40 centimeter itu diganti dengan material yang tahan api dan cuaca ekstrem.

Pelaksanaan proyek ini juga telah disetujui Vinanda Prameswati, Wali Kota Kediri. Dari rencana awal memperbaiki satu tiang yang terbakar, perombakan pada akhirnya dibuat menyeluruh.

“Selama proses pengerjaan, pembangunan tidak akan mengganggu lalu lintas,” kata I Made Dwi Permana, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Kota Kediri.

Jembatan Brawijaya beberapa hari ke depan diyakini akan semakin padat seiring penutupan Jembatan Semampir. Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diterapkan untuk pekerja dan pengendara yang melintas.(Dimas Eka Wijaya)

Tags: #destinasi#headline#Kediri#SEJARAH
Previous Post

Liputan Kolaborasi Penyelamatan Hutan Pulau Sipora Mentawai

Next Post

AJI Desak Polisi Bebaskan Tanpa Syarat Puluhan Aktivis di Kediri

Next Post
AJI Desak Polisi Bebaskan Tanpa Syarat Puluhan Aktivis di Kediri

AJI Desak Polisi Bebaskan Tanpa Syarat Puluhan Aktivis di Kediri

Buku Reset Indonesia, Rangkuman Tiga Ekspedisi 15 Tahun Keliling Indonesia

Buku Reset Indonesia, Rangkuman Tiga Ekspedisi 15 Tahun Keliling Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA