• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Tuesday, 20 January 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home EDUKASI

Badak Jawa, Maskot Gerakan Sensor Mandiri LSF

08 Sep 2022
in EDUKASI
Reading Time: 2 mins read
0

JIKA dalam waktu dekat berkesempatan menonton film di bioskop, jangan heran bila bertemu Badak Jawa. Boneka hewan endemik asli Indonesia ini rencananya akan ditempatkan di seluruh bioskop di tanah air. Maskot ini digambarkan mengenakan celana biru dan kaos kuning bertuliskan “Tontonlah Sesuai Usia”.

Lembaga Sensor Film (LSF) menggunakan Badak Jawa sebagai media kampanye Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri. Sosok badak dipilih karena sifat dasar hewan itu cocok dengan nilai-nilai literasi yang ingin disampaikan ke masyarakat.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Evie, Guru Tunanetra yang Mahir Mengajar di Kelas Gelap

Murid Sekolah Alam di Kediri Kampanyekan Daur Ulang Sampah

Wamen Komdigi dan Tokoh Bangsa Mengkaji Gelap Terang Indonesia di Reuni Aktivis Pers Mahasiswa

“Badak Jawa hewan yang kokoh dan cepat berlari, sesuai dengan misi percepatan nilai-nilai budaya sensor mandiri, yaitu menonton sesuai klasifikasi usia,” kata Rommy Fibri Hardiyanto, Ketua LSF pada Senin, 5 September 2022.

Peluncuran maskot itu berbarengan dengan peluncuran gerakan Budaya Sensor Mandiri bersama Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI). Selain maskot Badak Jawa, LSF juga membuat cinema standee dan iklan layanan masyarakat berdurasi 20 detik yang ditampilkan sebelum film diputar.

Penayangan iklan berisi imbauan, pengumuman, dan teks terjemahan sebelum pemutaran film. Lengkap dengan informasi mengenai judul film, durasi, Surat Tanda Lulus Sensor (STLS), dan klasifikasi usia.

Rommy melanjutkan, sifat lain badak Jawa memiliki kepedulian tinggi dengan insting yang selalu ingin dekat dengan anaknya. Hal tersebut sesuai dengan misi LSF yang ingin melindungi anak-anak agar dapat mengakses tontonan yang tepat. Saat ini, tercatat sebanyak 83 juta anak di Indonesia yang merupakan penonton dan perlu mendapatkan edukasi, perlindungan, bimbingan, dan pengawasan dari orang tua agar menonton sesuai klasifikasi usia mereka.

“Hadirnya konsep ini harapannya edukasi dan literasi tentang Memilah Memilih Tontonan yang sesuai dengan usia dapat tersampaikan dengan lebih menarik,” ujar Rommy.

Pemasangan maskot berupa boneka berukuran besar diawali di beberapa bioskop di Jakarta dan sekitarnya sebagai percontohan. Maskot akan diletakkan di lobi dan loket, sehingga mereka bisa menerima pesan harus menonton sesuai usia.

Selain itu, ada juga poster berisi imbauan dan panduan penggolongan usia penonton akan ditampilkan di gedung Bioskop Sadar Sensor Mandiri. LSF dan GPBSI juga memberikan edukasi dengan menempatkan Buku Saku Panduan Film yang dapat dibaca oleh setiap pengunjung bioskop. Buku ini terdiri dari dua jenis, yaitu Panduan Film Nasional dan Panduan Film Impor yang masing-masing berisi informasi mengenai film, seperti genre, kandungan film, produksi, peruntukkan usia, dan sinopsis film. (Kholisul Fatikhin)

Tags: #headline#lsf#rommyfibri
Previous Post

Band Marjinal Konser di Pondok Pesantren Blitar

Next Post

Unduh-unduh, Harmoni yang Terjaga di Lereng Gunung Kelud

Next Post

Unduh-unduh, Harmoni yang Terjaga di Lereng Gunung Kelud

Data Pribadi di Internet Jangan Sampai Bocor

Data Pribadi di Internet Jangan Sampai Bocor

Discussion about this post

JELAJAHI

  • BISNIS (110)
  • DESTINASI (112)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (223)
  • PEOPLE (242)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA