• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 18 January 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home DESTINASI

Cegah Banjir, Debit Air Sungai Brantas Rutin Dipantau

16 Dec 2024
in DESTINASI
Reading Time: 2 mins read
0
Tiga Siswa SD di Kota Kediri Ikut Kompetensi Robotika di Shenzhen Cina

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) aktif melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi Sungai Brantas. (Foto: Diskominfo Kota Kediri)

SEBAGAI negara agraris, indonesia memiliki dua musim, yaitu kemarau dan penghujan. Jika musim kemarau terjadi mulai April hingga September, musim penghujan seringkali terjadi mulai Oktober hingga Maret. Saat ini, hujan deras yang kerap mengguyur wilayah Kediri menyebabkan meningkatnya debit air di Sungai Brantas. 

Guna menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) aktif melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi Sungai Brantas. Kegiatan ini dilakukan secara rutin untuk memastikan keamanan dan antisipasi dini terhadap potensi bencana. Seperti kegiatan pemantauan berlangsung pada Selasa, 3 Desember 2024.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Patung Macan Kediri dan Menara Eiffel Prancis, Dicemooh Lalu Dipuja

Huruf Era Kediri Kuno Mempercantik Jembatan Brawijaya

Lawadan, Prasasti yang Menandai Tulungagung Menjadi Wilayah Merdeka

“Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, debit Sungai Brantas menunjukkan tren penurunan,” kata Joko Arianto, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Selasa, 3 Desember 2024.

Joko menambahkan, penurunan tersebut dilihat dari perbandingan kondisi puncak pada tanggal 29 November lalu. Dia menganggap saat ini debit Sungai Brantas sudah mulai surut dan mendekati kondisi normal. Meski demikian, pemasangan safety line di sejumlah titik rawan tetap dipertahankan sebagai langkah preventif. Utamanya adalah wilayah yang kerap digunakan sebagai aktivitas warga, seperti di area dermaga.

Meski demikian, Joko menegaskan bahwa pemasangan  “Safety line tetap kami pasang, terutama di area yang sering menjadi lokasi aktivitas warga, seperti wilayah dermaga ini,” jelasnya.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim penghujan kali ini telah dimulai sejak akhir Oktober dan diperkirakan berlangsung hingga Mei 2025. Sementara, puncak curah hujan diprediksi terjadi pada Januari 2025.

Saat melakukan pemantauan, Joko sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat. Selain itu dia juga mengingatkan kepada pengunjung, dan pedagang untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar bantaran Sungai Brantas. 

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengurangi aktivitas di bantaran sungai, khususnya menghindari melintasi area safety line yang telah dipasang demi keamanan bersama,” ujarnya.

Selain itu, seluruh masyarakat Kota Kediri juga diajak untuk menjaga kebersihan lingkungan. Misalnya larangan membuang sampah di sungai maupun selokan. Langkah sederhana ini sangat membantu mencegah terjadinya banjir di Kota Kediri. (Dimas Eka Wijaya)

Tags: #headline#Kediri
Previous Post

Tiga Siswa SD di Kota Kediri Ikut Kompetensi Robotika di Shenzhen Cina

Next Post

Nama Stephen Hawking dan Stevie Wonder Jadi Penyemangat Hari Disabilitas Internasional

Next Post
Tiga Siswa SD di Kota Kediri Ikut Kompetensi Robotika di Shenzhen Cina

Nama Stephen Hawking dan Stevie Wonder Jadi Penyemangat Hari Disabilitas Internasional

8.335 Warga Kota Kediri Menerima Bantuan Sosial

Program English Massive Mencetak Rekor MURI

Discussion about this post

JELAJAHI

  • BISNIS (110)
  • DESTINASI (112)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (223)
  • PEOPLE (242)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA