• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Tuesday, 21 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KULTUR

Di Bawah Pohon Kanthil, Mereka Bertanya Makna Kemerdekaan

18 Aug 2015
in KULTUR
Reading Time: 2 mins read
Di Bawah Pohon Kanthil, Mereka Bertanya Makna Kemerdekaan

“…. Mau dibawa ke mana negeri ini? Katanya ing ngarso sung tulodho, di depan sampean belani angkoro murko. Katanya ing madya mangun karso. Kenyataannya, di tengah sampean koleksi istri dan bondo. Katanya tut wuri handayani, lha di belakang kok sampean ahli korupsi….”

Bocah SD bernama Muhammad Firman Adi ini berpuisi seraya mengacungkan bambu runcing yang ujungnya terikat sang saka merah putih. Dia menggugat krisis keteladanan pada bangsa yang sudah 70 tahun merdeka ini.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Pemicu Kota dan Kabupaten Kediri Terpisah

Film Tragedi 1965 Blitar Diputar di Prancis dan Jerman

Jejak Penumpasan Komunisme di Pagar Rumah Berornamen Pancasila dan UUD 1945

Firman Adi adalah satu dari sekian orang yang mengisi mimbar bebas di bawah pohon kanthil halaman Situs Bung Karno, di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Senin (17/08/2015) sore.
“Ini mewadahi pelajar, mahasiswa, seniman dan masyarakat. Ada yang ingin membacakan puisi ada yang orasi kebudayaan dan kebangsaan, ada juga yang berpidato. Atau monolog teater,” kata Juwaini, penyelenggara acara .

Puisi-puisi mereka membakar rasa patriotik, kebanggaan berbangsa Indonesia. Tak jarang mengumbar protes. Keterjajahan oleh bangsa sendiri dalam konteks kekinian.

“….. Jika saudara pahami, kita sedang menangis di negeri kita sendiri. Pancasila kita kemanakan saudara-saudara?!” pekik Mujiono. Diiringi biola yang dimainkan oleh Mbah War, orasi lantang pria yang akrab dipanggil Pak Nono ini membuat bulu kuduk merinding. “Kemanusiaan yang terikat kemanunggalan dengan Ketuhanan telah pergi jauh. Menangiskah engkau….Ini gimana negeri ini? 70 tahun kita merdeka, seharusnya kita menjadi kristalisasi bangsa yang utuh, tidak mengencingi ideologi kita sendiri….. “

Dan, di bawah pohon kanthil, satu per satu mereka mempertanyakan makna kemerdekaan.
“Faktanya bangsa dan negara yang diberi sumber daya besar seperti ini, apakah sudah bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyatnya. Bangsa Indonesia yang merdeka 70 tahun, apakah rakyatnya telah mendapatkan pendidikan yang layak, bangsa yang merdeka 70 tahun dilindungi hak dan kewajibannya, dilindungi oleh hukum. Pejabat negara belum bisa memerdekakan rakyatnya,” papar Juwaini, sarat nada tanya. (Danu Sukendro)

Tags: #bungkarno#kemerdekaan#mimbarbebas
Previous Post

Selintas Kisah, Beluntas dan Pendiri Gudang Garam

Next Post

Reva, Karateka Cilik Kediri yang Siap Mendunia

Next Post
Reva, Karateka Cilik Kediri yang Siap Mendunia

Reva, Karateka Cilik Kediri yang Siap Mendunia

Jurnalis Belanda Berbagi Trik Video yang Bercerita

Jurnalis Belanda Berbagi Trik Video yang Bercerita

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA