• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 10 May 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KULTUR

Gerakan Pemulihan Sungai Brantas Diapresiasi di Forum Air Dunia

27 May 2024
in KULTUR
Reading Time: 3 mins read
Gerakan Pemulihan Sungai Brantas Diapresiasi di Forum Air Dunia

Daru Setyorini, Direktur ECOTON (kanan) bersama Cinta Laura, Duta Komunikasi WWF 10. (Foto: Ecoton)

AKSI masyarakat pada pemulihan air sungai turut dibahas dalam World Water Forum (WWF) 10 di Bali, 18-24 Mei 2024. Salah satu aksi konservasi yang dikaji yaitu AKSIBRANTAS. Diinisiasi oleh ECOTON, program pemulihan kualitas air Sungai Brantas ini sudah terlaksana selama 6 tahun (2018–2024). Pada WWF10, program tersebut menjadi model inovatif karena melibatkan partisipasi masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

Thara Bening Sandrina, perwakilan ECOTON pada WWF10 memaparkan gerakan Komunitas Hijau Daun Kediri. Perempuan dan anak menjadi aktor pemulihan kerusakan Sungai Brantas. Salah satunya melalui Toko Refill yang didirikan untuk mengurangi produksi sampah plastik.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Teka Teki Siti Inggil, Candi di Dekat Pondok Lirboyo

Pemicu Kota dan Kabupaten Kediri Terpisah

Film Tragedi 1965 Blitar Diputar di Prancis dan Jerman

“Perempuan memegang kendali pengelolaan, sedangkan anak muda adalah agen perubahan untuk aksi bersih-bersih Brantas dan Gunung Wilis,” kata Thara Bening, Jumat 24 Mei 2024 di Bali.

Mahasiswa semester 8 Jurusan Kelautan dan Perikanan Universitas Airlangga ini menjelaskan, gerakan anak muda bisa mendorong perubahan kebijakan. Misalnya komunitas Pandawara dan Aeshnina “Gretta Indonesia” yang aktif menolak sampah impor. Aksi keduanya berhasil memicu kepedulian publik serta pemerintah.

Salah satu tema yang membahas pelibatan penuh semua pemangku kepentingan adalah sesi tematik T1E2. Pada sesi ini, penanganan pencemaran air berbasis sains perlu menggandeng pelibatan semua stakeholder.

Gerakan pemulihan air Sungai Brantas dipaparkan di WWF 10. (Foto: Ecoton)

Daru Setyorini, Direktur ECOTON yang menjadi salah satu panelis memaparkan pentingnya meningkatkan kapasitas masyarakat peduli lingkungan. Dengan begitu, mereka dapat berpartisipasi aktif dalam pemulihan kualitas air, kerusakan sungai, serta menemukan solusi mengurangi ancaman kerusakan lingkungan.

Menurut Daru, perempuan dan anak adalah kelompok yang rentan terdampak polusi lingkungan. Namun, mereka belum mendapat akses informasi dan partisipasi dalam pengelolaan sumber daya air. Untuk peningkatan kapasitas, ECOTON berkolaborasi dengan 5 lembaga di Belanda dan Indonesia dalam menginisiasi proyek pemulihan kualitas air Sungai Brantas.

“Melalui program Citizen Science, kami berkolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan dan komunitas,” kata Daru.

Panelis lain yang menyampaikan laporannya adalah Emily Kroft, peneliti kualitas air danau dari Kanada dan Liu Yang, direktur International Cooperation Department of Chinese Hydraulic Engineering Society. Forum ini menjadi ajang membangun jaringan global dalam kolaborasi menanggulangi krisis air global.

“Program AKSIBRANTAS adalah model yang sangat bagus dan kami mendapat inspirasi aksi yang dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemulihan kualitas air,” ujar You Jinjun, peserta WWF 10 dari Global Water Partnership China.

Perlu diketahui program AKSIBRANTAS dilaksanakan selama 6 tahun selama 2018–2024. Proyek ini telah memperkuat 15 kelompok komunitas peduli Sungai Brantas terdiri dari kelompok perempuan, mahasiswa, dan pelajar. Komunitas Aliansi Lereng Wilis (ALWI) Tulungagung dan Hijau Daun Kediri melakukan aksi rutin penghijauan dan perawatan pohon, serta membersihkan sampah di Gunung Wilis.

“Mereka juga mendorong kebijakan pemerintah membatasi penggunaan plastik sekali pakai di Tulungagung dan Kediri,” kata Daru.

Sedangkan di daerah hulu Sungai Brantas lain, pelajar dan mahasiswa membentuk kelompok pemantau sungai seperti kelompok Polisi Air SMPN 1 Wonosalam Jombang, Trash Control Community UINSA dan Envigreen UIN Malang. Kelompok perempuan juga dibekali dengan keterampilan mengembangkan green business.

Toko Refill yang didirikan menjual produk recycle tas belanja, popok, dan pembalut wanita berbahan kain katun, serta mengembangkan ekowisata konservasi hutan KTH Kepuh Jombang dan Kelompok Nelayan Sekarmulya Megaluh Jombang.

Program AKSIBRANTAS menghasilkan kolaborasi dengan pemerintah terkait pengelolaan sungai. Antara lain BBWS Brantas, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan dan Kelautan, serta Dinas Kesehatan.

Menurut Daru, kolaborasi seperti ini perlu direplikasi agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif menjaga sungai di wilayahnya. Di sisi lain, pemerintah dapat mencapai target pengelolaan sumber daya air dengan dukungan masyarakat yang peduli pada kelestarian sungai. (Kholisul Fatikhin)

Tags: #Brantas#headline#Kediri
Previous Post

Keris Berusia Seribu Tahun Dipamerkan di Kediri

Next Post

Layanan Internet MyRepublic Hadir di Nganjuk

Next Post
Layanan Internet MyRepublic Hadir di Nganjuk

Layanan Internet MyRepublic Hadir di Nganjuk

Pasar Tradisional Tak Tergeser Marketplace Online

Pasar Tradisional Tak Tergeser Marketplace Online

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA