• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 19 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home PEOPLE

Gus Lik, Ulama Zuhud Itu Berpulang 

23 Sep 2024
in PEOPLE
Reading Time: 3 mins read
Gus Lik, Ulama Zuhud Itu Berpulang 

KH. Muhammad Douglas Toha Yahya atau Gus Lik. (Foto: Yusro/Kediripedia.com)

PEKIKAN kalimat tauhid menggema ketika jenazah KH. Muhammad Douglas Toha Yahya atau Gus Lik digotong menuju pusara. Menembus ribuan pelayat, dua orang santri berjalan di depan keranda sambil memanggul kembar mayang. Hiasan rangkaian janur, bunga, dan potongan pelepah pisang itu turut mengiringi kepergian Gus Lik ke peristirahatan terakhir. Dalam adat Jawa, kembar mayang menjadi simbol bahwa orang yang meninggal belum pernah menikah.

Wafatnya pengasuh Pondok Pesantren Assa’idiyah Kota Kediri itu menyisakan duka bagi santri maupun ribuan jemaah. Gus Lik pulang ke pangkuan sang Khalik pada Sabtu, 21 September 2024 sekitar pukul 22.40 WIB usai beberapa hari dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kota Kediri.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Warga Buka Blokade TPA Klotok, Pembuangan Sampah Kota Kediri Normal

Warga Pojok Blokade TPA Klotok, Sampah se-Kota Kediri Menggunung

Kiai Ngliman, Guru Ngaji Pemberontak Tanam Paksa di Nganjuk

“Sebagai pecinta dan santri, tentu kepergian Gus Lik memberikan kesedihan mendalam,” kata Iwhan Tri Cahyono, Kabid Humas PT Gudang Garam Tbk., Minggu, 22 September 2024.

Dia menambahkan, Gus Lik tidak pernah membedakan latar belakang sosial, agama, suku maupun kelompok. Kehadirannya mampu memberikan kenyamanan bagi semua orang. Sama seperti ribuan jamaah lain, Iwhan turut kehilangan ulama yang bersahaja itu.

Tutup usia di umur 58 tahun, Gus Lik merupakan putra dari pasangan KH Said dan Nyai Maemunah Banjarmlati yang memiliki kekerabatan dengan pesantren-pesantren besar di Kediri. Dalam berbagai kesempatan, sosoknya dikenal sebagai ulama sederhana. Sehari-hari, penampilan Gus Lik jauh dari kesan glamor, baik dalam kehidupan pribadi maupun ketika memimpin pengajian. Bahkan setiap bepergian, Gus Lik lebih memilih memakai kendaraan roda dua. 

Kisah kesederhanaan Gus Lik juga tercermin dari sikapnya yang selalu menghindari kemewahan. Misalnya, ketika sejumlah santri hendak membelikan mobil keluaran terbaru. Kendaraan itu harapannya bisa digunakan untuk mengantarnya ke lokasi pengajian. Namun, Gus Lik menolak, dengan alasan mobil tuanya masih bisa dipakai.

“Saya gagal memberikannya mobil baru, beliau itu orang zuhud, tidak terlalu memikirkan harta dunia,” kata salah seorang santri Gus Lik yang bekerja sebagai seorang pengusaha.

Nama Gus Lik mulai dikenal luas oleh masyarakat Kediri melalui Pengajian Langgar Kulon yang rutin digelar pada Pengajian Malam Rabu (PMR) dan Pengajian Malam Jumat (PMJ). Berawal dari pengajian rutin di kalangan para santri Assa’diyah, pengikut Gus Lik semakin bertambah hingga pengajian harus dilakukan di luar pesantren. 

Dalam perkembanganya, santri maupun muhibbin Gus Lik tergabung dalam Jamaah Langgar Kulon. Mereka adalah orang-orang yang siap siaga menata kesiapan acara. Mulai dari bertugas sebagai tim kesehatan, jaga parkir, keamanan, kebersihan, dan perlengkapan. Untuk menggelar acara rutin PMR dan PMJ maupun pengajian di luar pondok. Setiap kali acara berlangsung, ribuan jemaah tak pernah surut menghadiri majelis. 

Materi dakwahnya selalu membawakan tema yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Petuah Gus Lik selalu dirindukan karena membuat jemaah merasa nyaman, menenangkan jiwa, dan terkesan tak ada jarak. Selain itu, tak pernah muncul tendensi politik ketika pengajian berlangsung.

“Selain dakwah, Gus Lik juga aktif bersosial di lingkungan sekitar,” kata Irfan Sugiarto, salah satu Jemaah Langgar Kulon. 

Irfan mengatakan, Gus Lik adalah guru, orang tua, dan panutan. Dia juga dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat. Di sela-sela aktivitasnya yang padat, dia masih menyempatkan berinteraksi dengan warga sekitar.

Kepergian kyai kharismatik itu menyisakan kesedihan bagi masyarakat Kediri, maupun jamaahnya yang tersebar di berbagai wilayah. Mereka seolah masih tak percaya figur ulama nyentrik dan merakyat itu kini sudah tiada. (Moh. Yusro Safi’udin)

Tags: #headline#Kediri#ulama
Previous Post

KPU Kabupaten Kediri Tetapkan Dua Pasangan Calon Pilkada 2024

Next Post

Perbedaan Data Pusat dan Daerah Diselaraskan di Kota Kediri

Next Post
Monumen Sepur Lempung di Stasiun Kediri Diresmikan

Perbedaan Data Pusat dan Daerah Diselaraskan di Kota Kediri

Monumen Sepur Lempung di Stasiun Kediri Diresmikan

Monumen Sepur Lempung di Stasiun Kediri Diresmikan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA