• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Thursday, 11 December 2025
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Warga Kota Kediri Kini Bisa Mengurus Izin Usaha di Kantor Kelurahan

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Warga Kota Kediri Kini Bisa Mengurus Izin Usaha di Kantor Kelurahan

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home PEOPLE

Halim Perdanakusuma, Dipenjara di Kediri Gara-gara Salah Kostum

10 Mar 2021
in PEOPLE
Reading Time: 3 mins read
0
Halim Perdanakusuma, Dipenjara di Kediri Gara-gara Salah Kostum

SIAPA tak kenal Halim Perdanakusuma? Nama pahlawan nasional itu amat populer karena diabadikan menjadi nama bandar udara di Jakarta. Di awal kemerdekaan, Halim adalah pilot perang paling disegani di Angkatan Udara. Pria kelahiran Sampang, Madura itu berhasil menuntaskan 44 misi penerbangan di Angkatan Udara Inggris pada Perang Dunia kedua. Bahkan, terlibat kontak senjata melawan tentara NAZI yang dipimpin Adolf Hitler.

Namun siapa yang menyangka, pahlawan bernama lengkap Raden Abdul Halim Perdanakusuma ini pernah dijebloskan ke penjara di Kediri, Jawa Timur. Peristiwa itu berawal ketika serdadu Sekutu mendarat di Tanjung Priok, Jakarta pada Senin, 15 Oktober 1945. Saat ribuan pasukan itu tengah bersiap menuju Surabaya, Halim membelot. Dia menyeberang ke pihak tentara Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Yayasan Tifa: Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah Pelanggaran HAM Struktural

Di Munjungan Trenggalek, Undangan Nikah Dipajang di Jalan dengan Banner Mirip Caleg

Benteng Parasbang, Bukti Perlawanan Arek Malang di Kasembon

Langkah pemihakan Halim diawali dengan berkunjung ke Kediri. Dia hendak mengunjungi kakaknya, R. Abdulrahim Pratalykrama, Syucokan Kediri. Syucokan adalah pejabat setingkat gubernur pada masa penjajahan Jepang. Saat memasuki kawasan Kediri, Halim Perdanakusuma langsung ditangkap karena dicurigai sebagai mata-mata militer.

“Penangkapan dilakukan karena Halim salah kostum,” kata Novi Bahrul Munib, Ketua Pelestari Sejarah-Budaya Kadhiri atau PASAK, Rabu, 3 Maret 2021.

Novi menjelaskan, kala itu Halim masih mengenakan seragam tentara sekutu, lengkap dengan segala atribut khas pasukan Agresi Militer pertama. Entah lupa mencopot atau mungkin hanya pakaian itu saja yang melekat di badannya.

Halim Perdanakusuma. (Foto: Pusat Sejarah TNI)

Kedatangannya ke Kediri dianggap sebagai musuh. Sebab, di masa revolusi kemerdekaan Indonesia situasinya tengah genting karena Agresi Militer. Akibat seragam tentara sekutu tersebut Halim terpaksa mendekam di sel penjara bekas kolonial Belanda.

Penjara itu kini dikenal dengan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIA, di bawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Lokasinya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

“Meski kakaknya, Abdulrahim Pratalykrama menjabat sebagai residen Kediri, Halim tidak bisa lolos begitu saja,” ujar Novi.

Sarjana Fakultas Sejarah Universitas Negeri Malang itu menambahkan, Halim baru bebas beberapa hari kemudian. Dengan pertimbangan bahwa Halim adalah aset berharga bangsa, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Pertahanan, Amir Syarifuddin memerintahkan agar mengeluarkan Halim dari tahanan. Keputusan itu hampir berbarengan dengan meletusnya pertempuran 10 November di Surabaya.

Kabar pembebasan tersebut akhirnya sampai ke telinga R. Soerjadi Soerjadarma. Tokoh pendiri Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) lalu mengajak Halim untuk memperkuat armada skuadron atau pesawat terbang militer. Sejak saat itu, Halim Perdanakusuma memulai babak baru. Sesuai dengan keahlian dan pengalaman yang dimiliki, Halim diserahi tugas sebagai Perwira Operasi Udara.

Halim mengkomandani serangan ke blokade Belanda, mengatur siasat serangan udara, dan operasi penerjunan pasukan di luar Jawa. Salah satunya pada dini hari 29 Juli 1947, dilakukan serangan udara pada tiga kota yang dikuasai Belanda, yaitu Semarang, Salatiga, dan Ambarawa. Perlawanan itu mengejutkan Belanda yang sebelumnya memandang rendah kemampuan penerbang Indonesia.

“Sayangnya, Halim harus meninggal di usia yang masih sangat muda, 25 tahun,” kata Novi.

Halim gugur usai menyelesaikan misi di Bangkok, Thailand pada Desember 1947. Pesawat yang dikemudikannya terjebak cuaca buruk disertai dengan kabut tebal ketika melintas di daerah Labuhan Bilik Besar, Perak, Malaysia.

Sosok Halim yang tangguh dan pintar mengatur strategi perang di udara telah tiada. Namun, namanya akan tetap diingat dan abadi. Termasuk, kisahnya ketika membelot dari tentara sekutu, dipenjara di Kediri, lalu berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. (Kholisul Fatikhin)

Tags: #headline#kemerdekaan#pahlawan#SEJARAH
Previous Post

Tenun Ikat Kediri Diusulkan Menjadi Warisan Budaya Nasional

Next Post

Calon Arang, Ibu yang Membela Anaknya

Next Post
Calon Arang, Ibu yang Membela Anaknya

Calon Arang, Ibu yang Membela Anaknya

Moestopo, Jenderal yang Menggalang Pelacur dan Bromocorah dalam Perang Kemerdekaan

Moestopo, Jenderal yang Menggalang Pelacur dan Bromocorah dalam Perang Kemerdekaan

Discussion about this post

JELAJAHI

  • BISNIS (109)
  • DESTINASI (109)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (204)
  • KULTUR (221)
  • PEOPLE (242)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA