• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Friday, 10 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KULTUR

Isu Lingkungan Harus Jadi Bahasan pada Debat Capres 2024

14 Sep 2023
in KULTUR
Reading Time: 2 mins read
Isu Lingkungan Harus Jadi Bahasan pada Debat Capres 2024

Workshop SIEJ di Surabaya mendorong isu lingkungan dibahas pada kampanye Pemilu 2024. (Foto: SIEJ)

SEBAGAI negara kepulauan, Indonesia dipastikan menjadi salah satu negara paling terdampak perubahan iklim. Menurut studi Bappenas, valuasi ekonomi akibat krisis iklim diperkirakan mencapai 300 triliun rupiah di 2024 mendatang.

Sejalan dengan itu, The Society Indonesian Enviromental Journalist (SIEJ) mendorong hajatan pemilu 2024 mendatang sebagai kesempatan untuk melakukan perbaikan.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Pemicu Kota dan Kabupaten Kediri Terpisah

Film Tragedi 1965 Blitar Diputar di Prancis dan Jerman

Jejak Penumpasan Komunisme di Pagar Rumah Berornamen Pancasila dan UUD 1945

“Kita perlu pemimpin dengan gagasan yang kuat untuk perbaikan lingkungan ke depan,”  Ketua SIEJ, Joni Aswira saat membuka workshop jurnalis di Surabaya, Rabu 13 September 2023.

Menurut Joni, ragam bencana  yang terjadi di Indonesia butuh pemimpin yang memiliki visi pemulihan lingkungan. Bukan hanya di tingkat nasional atau presiden, tetapi juga kepala daerah. Karena itu, ia juga mendorong pemerintah membuat instrumen guna mewujudkan gagasan tersebut.

“Misalnya saja dengan memperkuat isu lingkungan sebagai bahan materi debat calon. Baik calon presiden maupun kepala daerah,” jelas Joni.

Pembahasan isu lingkungan pada debat calon dirasa sangat penting.  Dengan begitu, publik akan menakar, sejauh mana calon pemimpin mereka memiliki kapasitas mumpuni dan kepedulian dalam perbaikan lingkungan.

Dorongan ini sejalan dengan hasil sebuah survei yang menghendaki adanya upaya lebih serius dari para pemimpin ketika menangani berbagai persoalan. Di antaranya di sektor kesehatan, lingkungan, serta dampak perubahan iklim.

Ketua KPU Jawa Timur, Khoirul Anam sepakat dengan pernyataan Joni. Ia menjamin isu lingkungan akan masuk dalam materi debat para calon. “Hanya kisi-kisinya seperti apa, itu bukan domain kami. Ada para ahli yang menyusunnya,” jelas Anam.

Sebelumnya, KPU juga telah menerbitkan Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilu. Di dalamnya mengatur soal larangan bagi para calon untuk menempelkan alat peraga kampanye di pepohonan.

Komisioner Bawaslu Jawa Timur, Nur Elya Anggraini tak mengelak, persoalan lingkungan belum begitu mendapat ruang dalam penyelenggaraan pemilu. Contoh paling sederhana adalah sampah dari alat peraga atau bahan kampanye.

“Saya pernah melakukan hitung-hitungan kasar soal alat peraga kampanye (APK) atau bahan kampanye (BK) ini. Jumlahnya jutaan. Dan itu siapa bertanggung jawab membersihkannya, kami juga tidak tahu,’ kata Ely.

Selama ini, lanjut Ely, upaya pembersihan biasa dilakukan dengan melibatkan Satpol PP di lapangan. Akan tetapi, Bawaslu tidak mengetahui bagaimana penanganan serta pengolahan sampah-sampah itu.

Pasal 2 Peraturan Bawaslu Nomor 5 Tahun 2022 sebenarnya telah mengatur agar kegiatan pengawasan dilakukan berbasis ramah lingkungan. Akan tetapi, sejauh ini aturan teknis pelaksanaan pasal tersebut belum diterbitkan.

“Ini yang sedang kami dorong supaya ada instrumen berkaitan dengan sistem pengendalian logistik untuk peserta pemilu. Semoga saja bisa segera diterbitkan,” kata Ely.  (Moh. Yusro Safi’udin)

Tags: #2024#headline#pilpres
Previous Post

Novelis Arjuna Mencari Cinta Baca Puisi di Kediri

Next Post

Sujiwo Tejo: Gua Selomangleng Kediri, Cikal Bakal Nusantara

Next Post
Sujiwo Tejo: Gua Selomangleng Kediri, Cikal Bakal Nusantara

Sujiwo Tejo: Gua Selomangleng Kediri, Cikal Bakal Nusantara

Kisah Roman Percintaan Rama Shinta Dipersembahkan di Kediri Night Carnival

Kisah Roman Percintaan Rama Shinta Dipersembahkan di Kediri Night Carnival

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA