• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 18 January 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home PEOPLE

Kecam Kekerasan Aparat, Mahasiswa Unjuk Rasa ke Mapolres Kediri Kota

27 Aug 2024
in PEOPLE
Reading Time: 2 mins read
0
Kecam Kekerasan Aparat, Mahasiswa Unjuk Rasa ke Mapolres Kediri Kota

Puluhan mahasiswa berunjuk rasa di depan Mapolres Kediri Kota. (Foto: Fatikhin/Kediripedia.com)

PULUHAN mahasiswa yang tergabung dalam Afiliasi Sekartaji berdemonstrasi di depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kediri Kota, Selasa, 27 Agustus 2024. Aksi ini merupakan respon atas unjuk rasa kawal Putusan MK di DPRD Kota Kediri pada 23 Agustus 2024 yang berujung ricuh, hingga menyebabkan 16 mahasiswa mengalami luka-luka.

Pada orasinya, mahasiswa menyebut aparat sudah melanggar hukum karena membubarkan massa dengan cara kekerasan. Mereka menuntut permintaan maaf, serta aparat yang diketahui melakukan represifitas agar diberikan sanksi.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Yayasan Tifa: Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah Pelanggaran HAM Struktural

Di Munjungan Trenggalek, Undangan Nikah Dipajang di Jalan dengan Banner Mirip Caleg

Benteng Parasbang, Bukti Perlawanan Arek Malang di Kasembon

“Total ada 16 orang luka-luka, bahkan 6 sampai 8 mahasiswa sampai dibawa ke rumah sakit terdekat,” kata Tri, koordinator aksi.

Tri juga menyampaikan, dalam aksi tersebut pihaknya menuntut agar kepolisian meminta maaf atas perbuatan represif yang dilakukan kepada masyarakat sipil. Mereka juga meminta aparat yang melakukan kekerasan diberikan sanksi.

Demonstrasi mahasiswa di kantor DPRD Kota Kediri pada 23 Agustus 2024 berakhir ricuh. (Foto: Dimas/Kediripedia)

Di tengah unjuk rasa itu, AKBP Abraham Sisik, Kabag Ops Polres Kediri Kota sempat berdialog dengan para mahasiswa. Akan tetapi, dia tidak berkenan meminta maaf meskipun mengakui ada tindak kekerasan pada demonstrasi di halaman Kantor DPRD Kota Kediri.

“Ya, tidak mau minta maaf. Kalau dari kita, mari kita berbenah dan evaluasi yang jelas setiap pengamanan unjuk rasa sudah sesuai SOP tidak boleh memukul, menganiaya, senjata api, hingga gas air mata. Tetapi dalam situasional kena lemparan batu mungkin ada yang tidak terima,” kata Abraham.

Demonstrasi ini diakhiri dengan tabur bunga. Prosesi itu menjadi simbol bahwa kepolisian sebagai penegak hukum ternyata tidak memberikan citra sebagaimana mestinya.Tabur bunga adalah peringatan agar para polisi lebih profesional dan berintegritas ketika bertugas.

Ke depan, pihak mahasiswa akan mengambil langkah hukum usai aparat enggan memenuhi tuntutan massa aksi. Mereka rencananya menggandeng Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di beberapa daerah.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri berkomitmen mengawal kasus represi mahasiswa pada demonstrasi Tolak Revisi UU Pilkada itu. “Pada kasus ini, AJI akan terus berupaya mengawal dari sisi pemberitaan,” kata Agung Kridaning Jatmiko, Ketua AJI Kediri. (Kholisul Fatikhin)

Tags: #demokrasi#headline#mahasiswa
Previous Post

AJI Kediri Kecam Represi Aparat pada Demonstrasi Mengawal Putusan Mahkamah Konstitusi

Next Post

Masih Ada Calo Paspor di Kantor Imigrasi

Next Post
Masih Ada Calo Paspor di Kantor Imigrasi

Masih Ada Calo Paspor di Kantor Imigrasi

Pusat Studi Agama Abad 11 Ditemukan di Gunung Klotok

Pusat Studi Agama Abad 11 Ditemukan di Gunung Klotok

Discussion about this post

JELAJAHI

  • BISNIS (110)
  • DESTINASI (112)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (223)
  • PEOPLE (242)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA