• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Monday, 4 May 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KILAS BALIK 2022

Kin Sanubary, Sang Penyelamat Ribuan Koran Lama Sedunia

22 Jun 2022
in PEOPLE
Reading Time: 4 mins read
Kin Sanubary, Sang Penyelamat Ribuan Koran Lama Sedunia

SAAT masih berusia 12 tahun, Ikin Sodikin Mustari iseng membuka lemari sang kakek. Tanpa sengaja dia menemukan kertas berwarna kekuning-kuningan yang dijadikan alas baju. Usai dibaca, lembaran itu ternyata adalah koran Harian Indonesia Raya tahun 1958. Surat kabar di era Orde Lama ini menjadi koleksi pertamanya, sekaligus mengawali hobi menyimpan produk media cetak terbitan lawas.

Selama hampir 30 tahun, pria kelahiran Subang, Jawa Barat ini telaten mengumpulkan tabloid, majalah, dan koran. Total koleksinya kini mencapai lebih dari 3000 edisi periode 1950an hingga 2000an yang diterbitkan 300 media. Tidak hanya media di Indonesia, tapi juga koran luar negeri seperti Inggris, Amerika Serikat, Prancis, Belanda, Australia, dan sejumlah negara kawasan Timur Tengah.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Jangan Sebar Berita Bunuh Diri di Medsos

Warga Buka Blokade TPA Klotok, Pembuangan Sampah Kota Kediri Normal

Warga Pojok Blokade TPA Klotok, Sampah se-Kota Kediri Menggunung

“Surat kabar lawas saya dapat dengan membeli dan meminta langsung kepada perusahaan media, ada juga lewat barter dengan kolektor lain,” kata lelaki yang akrab disapa Kin Sanubary, pada Senin 21 Juni 2022.

Pria 51 tahun ini berhasil mendapat koran lawas mancanegara dari siaran radio luar negeri. Berkat kemampuannya berbahasa inggris, Kin kerap menghubungi radio mancanegara untuk meminta koleksi surat kabar. Di antaranya, Radio Australia (ABC) Melbourne, BBC London, Radio Voice of America (VOA) Washington, Radio Nederland, Radio Deutsche Welle Jerman, dan beberapa radio lainnya. Dia juga menjalin komunikasi dengan kedutaan besar asing di Jakarta untuk mendapat koran terbitan lama dari berbagai edisi.

Dengan koleksi benda langka itu, dia mengaku jika banyak kolektor yang hendak membelinya. Daripada dijual, Kin lebih memilih barter atau dihibahkan untuk kepentingan kearsipan dan akademik. Sejauh ini, dia kerap memberikan dan meminjamkan koleksinya sebagai bahan penelitian, disertasi, skripsi, bahkan penulisan buku ataupun biografi.

“Banyak jurnalis senior yang datang dan ingin melihat karyanya puluhan tahun silam untuk bernostalgia,” ujar ayah 3 anak ini.

koran lama
Salah satu koleksi koran lama Kin Sanubary. (Foto: Kin)

Kin menjelaskan, koran koleksi tertuanya yaitu terbitan media cetak pada tahun 1950an. Sebagian besar sudah tidak berproduksi lagi. Salah satunya, Koran Indonesia Raya yang berkali-kali diberedel, baik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno maupun Soeharto.

Selain Koran Indonesia Raya, ada juga koran yang eksis hingga era Orde Baru misalnya Kabar Nusantara dan Suara Indonesia. Sejumlah surat kabar nasional edisi lama yang juga dikoleksi antara lain Kompas, Tempo, Sinar Harapan, Pikiran Rakyat, dan Detik. Beberapa di antaranya dalam bentuk tabloid maupun majalah, termasuk Prioritas, media yang tahun 1986 dibredel Orde baru, sempat dihidupkan lagi di era reformasi namun kini kembali mati.

“Dari ribuan koleksi ada juga koran yang terbit di berbagai daerah di Indonesia,” kata pria yang kini bekerja sebagai distributor di salah satu perusahaan swasta.

Sedangkan surat kabar luar negeri yang dikoleksi antara lain London Evening Standard, The Financial Times, Metro, Daily Mail, danThe Telegraf dari Inggris. Ada juga yang dari Jerman yakni Die Zeit, Bild, danFrankfurter Zeitung.

Dari media Australia yaitu The Australian, The Sydney Morning Herald, The Canberra Times, The Financial Review, The Age, The Sun, dan The Daily Telegraph. Dari Belanda yaitu Algemeen Dagblad, De Telegraaaf, dan De Volkrant. Sedangkan dari Prancis yakni, Le Monde danLiberation. Dari Amerika adaUSA Today, Washington Post, danNew York Times, serta media cetak dari berbagai negara lainnya.

kin sanubary dan renny
Kin bersama Reny Djajusman. (Foto: Kin)

Hobi yang ditekuni ini mulai mendapat banyak apresiasi usai Kin mengunggah foto koran lama di media sosial pada 2015. Dia kini masih aktif memposting koran lawas itu di Facebook dan Instagram dengan nama akun Kin Sanubary. Dari situlah kemudian sejumlah media di Indonesia dan mancanegara banyak yang tertarik meliput kisahnya. Koran koleksinya sempat dipamerkan di kantor media Pikiran Rakyat di Bandung pada acara kunjungan Presiden Joko Widodo.

Berkat majalah di tahun 1980-an, Kin juga mendapat apresiasi dari artis di Indonesia yang eksis pada era tersebut. Tabloid itu memuat kisah perjalanan para penyanyi sebelum mereka terkenal. Kin diundang untuk berjumpa dengan artis seperti Doel Sumbang dan Renny Djajusman.

“Saya rutin menulis resensi dari beberapa edisi majalah lama untuk portal berita online di Jakarta,” ujarnya.

Ke depan, Kin berharap ada pihak yang bisa diajak bekerjasama untuk memindahkan koleksinya ke format digital. Dia merasa ketekunannya ini tak hanya dipandang sebatas hobi atau nostalgia pada kejayaan media cetak. Ini bagian dari kerja intelektual karena ribuan surat kabar lawas itu menjadi rekaman perjalanan bangsa. Jika senjakala media cetak benar-benar terjadi, maka koleksi ini akan menjadi memorabilia penting bagi pers di Indonesia dan dunia. (Ahmad Eko Hadi)

Tags: #headline#kilasbalik2022
Previous Post

Kopi Sarongge dan Kisah Perjuangan Tosca Santoso

Next Post

Dari Jurnalis Kini Menjadi Penulis Buku yang Produktif

Next Post
Dari Jurnalis Kini Menjadi Penulis Buku yang Produktif

Dari Jurnalis Kini Menjadi Penulis Buku yang Produktif

RUPS Gudang Garam Mengangkat Jajaran Direksi Baru

RUPS Gudang Garam Mengangkat Jajaran Direksi Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA