• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Tuesday, 10 March 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home PEOPLE

New Normal Berarti Harus Lebih Waspada

02 Jul 2020
in PEOPLE
Reading Time: 2 mins read
0
New Normal Berarti Harus Lebih Waspada

MEMASUKI masa New Normal bukan berarti ancaman terhadap virus corona diabaikan. Setiap hari masih ditemukan sedikitnya seribu orang terpapar Covid-19 di Indonesia. Jawa Timur contohnya, jumlah korban tertular dalam tiga minggu pasca pencabutan sistem pembatasan sosial (PSBB) terus meninggi.

Dibandingkan dengan daerah lain, pertumbuhan penularan SARS-CoV-2 di Jatim tergolong subur. Juru Bicara Pemerintah untuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GT-19), Achmad Yurianto, saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional pada Kamis, 2 Juli 2020, melaporkan akumulasi warga Jatim yang terpapar sebanyak 12.321 orang. Angka tersebut melampaui total korban corona di DKI Jakarta, yakni 11.637 orang.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Kiai Ngliman, Guru Ngaji Pemberontak Tanam Paksa di Nganjuk

Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

Dari Fujian Cina, Suku Hokkian Bertahan di Kediri

“Kini Jatim menjadi provinsi dengan jumlah tambahan kasus positif Covid-19 tertinggi di Indonesia,” kata Achmad Yurianto. 

Dari 19 kabupaten dan kota penyumbang kasus baru Covid-19 di Jatim, pasien terbanyak datang dari Surabaya Raya, yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Gresik. Tingkat penjangkitan di ketiga wilayah ini terpantau melesat sejak awal April. Sehingga mendorong tim GT-19 Jatim menjalankan pembatasan sosial. Namun pada 9 Juni, PSBB terpaksa dihentikan untuk menyokong sektor ekonomi dan adaptasi menuju era New Normal.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan penghentian PSBB bukan berarti tidak ada upaya penanggulangan lebih lanjut. Seperti penerapan protokol Covid-19 lebih ketat, serta upaya tracing yang terus digencarkan dengan rapid test massal dan swab. 

“Semakin banyak tes yang dilakukan tentu memunculkan pertambahan kasus baru,” katanya.

Lonjakan jumlah korban, menambah panjang deretan warga Jatim yang terpapar. Penemuan klaster-klaster baru di sejumlah kawasan adalah titik awal meledaknya penyebaran Covid-19 di timur Pulau Jawa. Bahkan sampai saat ini, beberapa titik disinyalir masih aktif sebagai sumber penularan. Yaitu klaster Gowa, jamaah tabligh, Pesantren Temboro, dan Pabrik Rokok Sampoerna. Peningkatan jumlah infeksi ini kian melejit, seiring terbukanya arus pergerakan orang pada musim lebaran 2020 hingga masa transisi ke tatanan hidup baru.

Dari data, fakta, dan angka yang disampaikan para ahli dan pemangku kebijakan itu menunjukkan, bahwa masyarakat tak semerta-merta bisa lolos dari ancaman covid-19 kala memasuki era New Normal. Tantangan menghadapi periode ini justru lebih berat, karena tidak adanya kepastian kapan pandemi berakhir. Meningkatkan kewaspadaan menjadi cara terbaik, untuk tetap bertahan di bawah bayang-bayang virus mematikan yang hingga kini belum ada vaksinnya.

Menurut epidemiolog dari Universitas Airlangga Surabaya, Windhu Purnomo, diperlukan disiplin ketat di semua lapisan untuk mengeliminasi risiko penjangkitan di Jatim.

“Khususnya dalam penegakan protokol Covid-19 dan pengendalian kepatuhan warga,” kata Windhu. (Naim Ali)

Tags: #headlineJawa TimurNew NormalpeoplePSBBSurabaya RayaVirus Corona
Previous Post

Tulungagung, Ibu Kota Sepeda Jengki

Next Post

Sabo Dam, Jembatan Pengendali Lahar Kelud

Next Post
Sabo Dam, Jembatan Pengendali Lahar Kelud

Sabo Dam, Jembatan Pengendali Lahar Kelud

Raja Sepeda Bekas dari Kediri

Raja Sepeda Bekas dari Kediri

JELAJAHI

  • BISNIS (111)
  • DESTINASI (114)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (224)
  • PEOPLE (246)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA