• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 19 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home DESTINASI

Seduhan Kopi Tiam di Trotoar Kota Tua Kediri

03 Nov 2023
in DESTINASI
Reading Time: 2 mins read
Seduhan Kopi Tiam di Trotoar Kota Tua Kediri

Warung Sopo berada di kawasan pecinan Kediri. (Foto: Yusro)

BARISTA itu mengangkat teko tinggi-tinggi. Tak lama kemudian, air bercampur bubuk kopi mengucur ke cangkir. Gerakan ini biasa diperagakan pedagang Kopi Tiam di Bangka Belitung.

Seduhan kopi khas masyarakat Tionghoa-Melayu itu bisa dijumpai di Warkop Sopo, Jalan Monginsidi, Kelurahan Pakelan, Kota Kediri. Selain karena keunikan kopinya, kedai ini digemari karena tempat duduk pelanggan berada di trotoar. Pengelola cafe menyediakan kursi plastik dan krat atau peti minuman botol sebagai meja.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Gunung Sari, Makam di Antara Kisah Laskar Diponegoro dan Sekartaji

Pecinan Menghadap Kali Brantas, Konsep Kota Riverfront di Kediri

Patung Macan Kediri dan Menara Eiffel Prancis, Dicemooh Lalu Dipuja

Berada di kawasan pecinan, nongkrong di kedai ini semakin asyik karena bisa menikmati suasana kota tua. Lokasi ini dikelilingi rumah-rumah bergaya art deco yang menambah kesan vintage. Tren membuka kedai di kota tua sebenarnya lebih dulu berkembang di kota-kota besar seperti Malang, Surabaya, Jogjakarta, maupun Jakarta.

“Konsep warung kopi seperti ini baru pertama kali di Kediri,” kata Mohamad Abdul Wafiq, salah satu owner Warung Sopo, Kamis, 02 November 2023.

Warung yang dikelola Wafiq baru berdiri pada Februari 2023. Dari sisi arsitektur bagian luar, bangunan kedai diwarnai ornamen ala Tionghoa. Jendela maupun pintu dicat warna merah. Sedangkan bagian dalam, terdapat sejumlah interior klasik serta patung kucing Maneki Neko.

Pelanggan lebih memilih duduk di trotoar dari pada di dalam kedai. (Foto: Yusro)

Warkop Sopo buka dari jam 8 pagi sampai 11 malam. Seperti halnya kafe pada umumnya, menu yang dijual antara lain aneka kopi dan teh. Sedangkan camilan yang tersedia yaitu kentang goreng, pangsit goreng, roti bakar, serta makanan berat seperti nasi goreng dan bakmi. Harga minuman dan makanan rata-rata 6-12 ribu rupiah.

“Tempatnya asik dan strategis buat kumpul bareng teman-teman,” kata Enji Suares, pengunjung Warkop Sopo.

Menurut pegiat komunitas RX-King itu, warung ini mudah dijangkau. Jika ada janji atau COD printilan motor, Suares menjadikan kedai ini sebagai tempat favorit untuk bertemu. Dia lebih memilih duduk di trotoar dari pada di dalam cafe. Misalnya, ketika kopdar dengan sesama anggota klub motor.

Pengelola Warung Sopo menyediakan 30 biji kursi plastik dan meja krat. Bila ada pengunjung yang tidak kebagian kursi, mereka terpaksa duduk di trotoar.

“Cukup sering pelanggan ngeyel dan tetap memesan walau kursi sudah habis,” ujar Wafiq.

Di awal merintis usaha, mahasiswa IAIN Kediri itu sempat ditegur Satpol PP. Parkir pelanggan belum tertata rapi, sehingga mengganggu pengguna jalan. Dia lantas bekerjasama dengan Karang Taruna Kelurahan Pakelan untuk penataan parkir.

Pelanggan Warung Sopo mayoritas anak muda remaja sekolah menengah dan mahasiswa. Kedai ini akan diserbu pengunjung ketika malam minggu. Dalam sebulan, omzet kotor yang didapat Wafiq  mencapai 80-100 juta rupiah. (Moh. Yusro Safi’udin)

Tags: #Cafe#headline#Kediri
Previous Post

Rumah Kemanusiaan Gusdurian Tempat Bernaung Kaum Lanjut Usia

Next Post

Striker Berkaki Satu Siap Berkompetisi di Jepang

Next Post
Striker Berkaki Satu Siap Berkompetisi di Jepang

Striker Berkaki Satu Siap Berkompetisi di Jepang

Bertahan Hidup dari Kerajinan Miniatur Kapal Pinisi

Bertahan Hidup dari Kerajinan Miniatur Kapal Pinisi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA