• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Thursday, 16 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KULTUR

Bendon, Dusun di Jantung Kota Kediri yang Masih Melestarikan Arak-arakan Suro

02 Aug 2024
in KULTUR
Reading Time: 3 mins read
Bendon, Dusun di Jantung Kota Kediri yang Masih Melestarikan Arak-arakan Suro

Arak-arakan bersih desa Kampung Bendon. (Foto: Dodoth)

BERTEPATAN dengan Sasi Suro atau bulan pertama dalam kalender Jawa, warga Kampung Bendon, Desa Banjaran, Kota Kediri, berbondong-bondong mengunjungi makam leluhur. Kamis malam, 1 Agustus 2024,  mereka menyelenggarakan acara bersih desa, sebuah tradisi yang kini banyak ditinggalkan masyarakat perkotaan.

Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB itu dibuka dengan prosesi arak-arakan sembilan tumpeng. Pemimpin rombongan atau yang biasa disebut cucuk lampah berada di barisan paling depan, diikuti pasukan bersenjata tombak pusaka, dan pembawa sembilan tumpeng. Barisan paling belakang yaitu masyarakat Kampung Bendon yang mengenakan pakaian tradisional Jawa-Bali.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Pemicu Kota dan Kabupaten Kediri Terpisah

Film Tragedi 1965 Blitar Diputar di Prancis dan Jerman

Jejak Penumpasan Komunisme di Pagar Rumah Berornamen Pancasila dan UUD 1945

Tumpeng diarak mengelilingi gang-gang sempit Kampung Bendon yang berada di kawasan urban Kota Kediri. Dimulai dari Gang I sampai Gang VII, kemudian berakhir di makam. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa ucapan syukur dan permohonan keselamatan kepada Tuhan, yang dipimpin oleh Cholil, tokoh masyarakat Kampung Bendon. Selain warga, kegiatan ini juga dihadiri perangkat Kelurahan Banjaran serta perwakilan Batalyon Infanteri Mekanis 521.

“Acara bersih desa digelar untuk melestarikan budaya, sekaligus mengenalkan kearifan lokal ke generasi muda. Selain itu agar kampung tetap aman, rukun, damai, dan tambah maju,” Wita Suwarna, Ketua RW 10 Kelurahan Banjaran.

Pria yang juga bertindak sebagai ketua panitia acara itu mengatakan, kegiatan kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Terdapat prosesi arak-arakan tumpeng di mana peserta wajib menggunakan pakaian adat, serta wajib menggunakan Bahasa Jawa ketika berkomunikasi.

Ritual selamatan di makam leluhur Kampung Bendon. (Foto: Dodoth)

Selama berjalannya acara, warga mengikuti upacara dengan khidmat. Diiringi alunan gamelan, ritual makin sakral ketika dupa dinyalakan sebagai simbol penerangan dan kesucian.

“Tumpeng yang ada merupakan simbol Tumapaking Panguripan atau awal dari sebuah harapan dan juga bentuk rasa syukur,” kata Soehery, tokoh masyarakat Kampung Bendon.

Saat ritual selesai, acara dilanjutkan dengan gembul bujono atau menyantap tumpeng yang telah diarak secara bersama-sama. Sesi itu makin meriah lewat penampilan grup musik keroncong.

“Acara ini juga mempererat hubungan antarwarga dan menjaga warisan budaya kami,” kata Jaswadi, salah seorang warga.

Acara bersih desa diakhiri dengan makan tumpeng bersama. (Foto: Dodoth)

Bersih desa kali ini diharapkan menjadi momentum untuk bersama-sama menjaga adat dan budaya lokal. Pelestarian tradisi dilakukan dengan model partisipatif, mengajak seluruh masyarakat berperan pada setiap kegiatan. Misi tersebut selaras dengan program jangka menengah Kampung Bendon yang mengusung konsep Keren Senja, singkatan dari Kampung Kreatif dan Independen, Seni, Jajanan, Budaya, dan Olahraga.

Ke depan, warga Kampung Bendon berupaya tetap menjaga budaya Jawa dalam balutan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur. Selain mempererat tali persaudaraan antarwarga, perayaan adat menjadi pengingat agar masyarakat tidak melupakan kampung halamannya.

“Kita merelakan anak-anak muda pergi mengadu nasib kemanapun, asal jangan lupakan kampung halaman,” kata Dadang, salah seorang warga Bendon. (F. Widodo Putra)

Tags: #headline#Kediri#kultur
Previous Post

Menanti Kedatangan Sepur Lempung di Stasiun Kediri

Next Post

Berkat Damkar, Ponpes Lirboyo Terhindar dari Kebakaran Hebat

Next Post
Berkat Damkar, Ponpes Lirboyo Terhindar dari Kebakaran Hebat

Berkat Damkar, Ponpes Lirboyo Terhindar dari Kebakaran Hebat

Terbit Setelah Tempo Dibredel, 30 Tahun Kemudian Gatra Tutup

Terbit Setelah Tempo Dibredel, 30 Tahun Kemudian Gatra Tutup

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA