• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Tuesday, 10 March 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home DESTINASI

Candi Kalicilik, Jejak Ken Arok di Lereng Gunung Kelud

07 Jul 2020
in DESTINASI
Reading Time: 3 mins read
0
Candi Kalicilik, Jejak Ken Arok di Lereng Gunung Kelud

BERADA di lahan seluas 1.000 meter persegi, Candi Kalicilik di Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, berdiri dekat dengan rumah-rumah penduduk. Dengan lebar 6,8 meter dan tinggi mencapai 8,3 meter, candi berkonstruksi batu bata merah ini nampak menonjol di antara bangunan di sekitarnya. Nama Kalicilik diambil dari bahasa Jawa, kali yang berarti sungai, sedangkan cilik artinya kecil.

“Dulu di depan candi ada sungai kecil untuk jalur lahar Gunung Kelud,” kata Mariyadi, Juru Pelihara Candi Kalicilik, Sabtu, 27 Juni 2020.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Gunung Sari, Makam di Antara Kisah Laskar Diponegoro dan Sekartaji

Pecinan Menghadap Kali Brantas, Konsep Kota Riverfront di Kediri

Patung Macan Kediri dan Menara Eiffel Prancis, Dicemooh Lalu Dipuja

Baca Juga: Sabo Dam, Jembatan Pengendali Lahar Kelud

Di pintu masuk candi terdapat pahatan angka 1271 Saka atau tahun 1349 Masehi yang ditulis dalam bahasa Jawa Kawi. Berdasarkan tulisan tersebut, dapat diketahui jika benda arkeologi itu eksis di masa Kerajaan Majapahit. Tepatnya, pada era pemerintahan Tribhuwana Wijaya Tunggadewi yang berkuasa di tahun 1328 hingga 1351.

Keberadaan candi di lereng Gunung Kelud ini juga masuk dalam buku catatan perjalanan Sir Thomas Stamford Raffles berjudul History of Java. Pada tahun 1815, Gubernur Letnan Hindia Belanda itu menulis Candi Kalicilik dengan nama Candi Genengan. Penyebutan itu diambil Raffles berdasarkan keterangan dari penduduk sekitar candi.

Dari kajian toponimi atau penamaan kawasan, kata genengan merujuk kepada tempat pendharmaan atau penyimpanan abu jenazah Sri Ranggah Rajasa atau Ken Arok. Dalam kitab Nagarakrtagama disebutkan bahwa abu kremasi pendiri Kerajaan Singasari itu disemayamkan di kawasan bernama “Kagnangan”.

Salah satu kisah populer yang melekat dengan kehidupan Ken arok yaitu tentang Keris Mpu Gandring. Senjata pusaka itu menjadi bagian dalam riwayat berdirinya Kerajaan Singasari. Keris ini terkenal karena kutukannya yang memakan korban dari kalangan elit Singasari, termasuk pendiri dan pemakainya: Ken Arok.

Dugaan tentang Candi Kalicilik sebagai lokasi pendharmaan Ken Arok diperkuat dengan pendapat Prof. Dr. Agus Aris Munandar, Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Departemen Arkeologi Universitas Indonesia. Dalam Seminar Naskah Kuno Nusantara pada tahun 2005, dia mengatakan bahwa adanya angka tahun yang terpahat di pintu Candi Kalicilik bisa saja hanya sebagai peringatan pemugaran.  Besar kemungkinan, bangunan itu telah berdiri sebelum Kerajaan Majapahit, yaitu di masa Kerajaan Singasari.

Untuk membuktikan benar tidaknya keterkaitan antara Ken Arok dengan Candi Kalicilik, tentu dibutuhkan penelusuran yang lebih mendalam. Namun, secara rancang bangun, bentuk Candi Kalicilik sepintas mirip dengan Candi Ngetos di Kabupaten Nganjuk yang terindikasi menjadi tempat penyimpanan abu jenazah Hayam Wuruk, penguasa Kerajaan Majapahit.

 “Dulu ada dua arca yang terletak di dalam dan di depan candi, tapi sudah hilang karena dicuri,” kata Mariyadi.

Meskipun kini tidak dijumpai arca, hal itu tidak mengurangi keindahan Candi Kalicilik. Di beberapa bagian candi dihiasi ornamen bercorak peradaban kuno. Misalnya, ornamen kala di empat sisi candi sebagai simbol keagamaan bernafaskan Hindu-Siwa. Berbentuk kepala raksasa yang memiliki taring, jelmaan putra Dewa Siwa diapit pahatan naga dan dihias permata bermotif tengkorak.

Selain Kala, terdapat motif sulur-suluran yang mengelilingi bagian tubuh candi. Ukiran itu melambangkan kehidupan yang bertumbuh, lambang kesuburan, kemakmuran, dan alam semesta. Bukan hanya di Candi Kalicilik, corak ini hampir selalu ada di candi yang berada di kawasan Jawa Timur. (M Yusuf Ashari)

Tags: #candi#headline#majapahit#SEJARAH#Singasari
Previous Post

Karya Seni Sebagai Ruang Kontemplasi di Masa Pandemi

Next Post

Studio Game Kediri Ditunjuk Facebook Menjadi Pembicara

Next Post
Studio Game Kediri Ditunjuk Facebook Menjadi Pembicara

Studio Game Kediri Ditunjuk Facebook Menjadi Pembicara

Pelajaran Budi Pekerti Susah Diajarkan Lewat Daring

Pelajaran Budi Pekerti Susah Diajarkan Lewat Daring

JELAJAHI

  • BISNIS (111)
  • DESTINASI (114)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (224)
  • PEOPLE (246)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA