• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 8 March 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KULTUR

Kompleks Pelacuran Semampir Jadi Hutan Kota

02 Jan 2023
in KULTUR
Reading Time: 2 mins read
0
Kompleks Pelacuran Semampir Jadi Hutan Kota

Seorang warga melintas di lahan bekas lokalisasi Semampir. (Foto: Eko)

CITRA negatif yang membelenggu Kelurahan Semampir, Kota Kediri sebagai kawasan prostitusi perlahan mulai lenyap. Aktivitas pelacuran di tepi Sungai Brantas itu sudah berhenti total ketika ratusan rumah, warung, dan bangunan semi-permanen dirobohkan pada 2016. Memasuki tahun ketujuh sejak peristiwa penggusuran, tak tampak gejala lokalisasi Semampir akan bergeliat kembali.

Lahan bekas lokalisasi seluas dua kali lapangan sepak bola itu kini difungsikan sebagai hutan kota atau Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pada 2017, Pemerintah Kota Kediri melakukan penghijauan dengan menanam 670 pohon. Terdiri dari tujuh jenis tumbuhan yakni ketapang kencana, tabebuya kuning, tabebuya putih, sepatu dea, trembesi, kigelia, serta pule.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Jejak Penumpasan Komunisme di Pagar Rumah Berornamen Pancasila dan UUD 1945

Rampogan Macan, Panggung Pembunuhan yang Memicu Punahnya Harimau

Laksamana Laut Makassar yang Terasing di Pegunungan Malang

Area RTH Semampir yang masih dipenuhi pepohonan itu memang belum bisa menunjang kegiatan masyarakat. Namun, pemerintah berencana membangun sejumlah fasilitas di lahan tersebut pada 2023. Rancangan konsep yang diusung yaitu menjadikan bekas lahan prostitusi menjadi taman rekreasi masyarakat, olahraga, dan edukasi yang bisa mendongkrak ekonomi warga.

“Di sebelah selatan jembatan semampir akan dibangun taman dan spot UMKM, sedangkan di utara, ada lapangan olahraga seperti basket, futsal, dan jogging track,” kata Rizky Yudadiantika, Kepala Kelurahan Semampir, Senin 2 Januari 2023.

Upaya kelurahan dan masyarakat melepas stigma negatif kawasan Semampir sejatinya sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Salah satunya, membangun ruang kreativitas dan kemandirian warga lewat Kampung Dolanan pada 2019.

Setiap hari Minggu, warga di dekat eks-lokalisasi menggelar festival yang dipersembahkan bagi anak-anak. Sayangnya, program ini sempat berhenti selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.

Dalam perkembangannya, konsep Kampung Dolanan sedikit diubah dan berganti nama menjadi “Semampir Riverside”. Menempati lokasi bekas lahan pasar ikan, ada sejumlah fasilitas yang kini sudah berdiri. Di antaranya taman bermain, flying fox, perosotan, jungkat-jungkit, wall climbing, serta pusat kuliner.

“Program ini mengusung konsep edukatif yang ramah anak,” kata Rizky.

Taman Semampir Riverside. (Foto: Eko)

Sejumlah upaya menghapus stigma negatif itu mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Kebanyakan dari mereka sudah lelah hidup berdampingan dengan aktivitas pelacuran selama puluhan tahun.

“Citra buruk Semampir yang masih identik dengan prostitusi harus sepenuhnya dihilangkan,” kata Sri Wahyuni, salah seorang warga Semampir.

Dia menambahkan, kesan negatif tersebut akan berdampak pada pertumbuhan anak. Stigma itu membuat anak-anak Semampir kerap menerima bully saat bersekolah. Mereka dicemooh karena tinggal di dekat lokalisasi. Perempuan 58 tahun ini sangat bersyukur dengan rencana pengembangan area bekas lokalisasi. Dia berharap proyek bisa cepat diselesaikan, karena jika lahan dibiarkan kosong, dia khawatir akan digunakan kembali untuk kegiatan yang tidak baik. (Arya Gilang Saputra)

Tags: #headline#Kediri#kultur
Previous Post

Minat Investor Mendanai Startup Menurun

Next Post

Tan Tik Sioe, Pendekar Jari Rata yang Bertapa di Tulungagung

Next Post
Tan Tik Sioe, Pendekar Jari Rata yang Bertapa di Tulungagung

Tan Tik Sioe, Pendekar Jari Rata yang Bertapa di Tulungagung

Wayang Mbah Gandrung Tetap Anti Alat Transportasi

Wayang Mbah Gandrung Tetap Anti Alat Transportasi

Discussion about this post

JELAJAHI

  • BISNIS (111)
  • DESTINASI (113)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (224)
  • PEOPLE (246)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA