• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 19 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KULTUR

Lebaran dengan Jalan Desa yang Ter-Lockdown

29 May 2020
in KULTUR
Reading Time: 2 mins read

MEMASUKI bulan ketiga sejak pemberlakukan status bencana nasional akibat virus corona, pemerintah dan masyarakat di seluruh pelosok tanah air terus meningkatkan upaya pencegahan. Selain menggencarkan sosialisasi penggunaan masker, cuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak antarmanusia; upaya lain juga dilakukan untuk membatasi persebaran virus yang popular dengan sebutan Covid-19. Salah satunya melakukan pemblokiran jalan, terutama yang berada di kawasan pedesaan.

Selama bulan puasa Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 2020, penutupan jalan semakin marak. Palang-palang bambu disertai banner bertuliskan larangan masuk dipasang di semua jalan desa. Bahkan lorong penghubung ke kawasan persawahan dan tegalan pun tak luput dari penutupan.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Pemicu Kota dan Kabupaten Kediri Terpisah

Film Tragedi 1965 Blitar Diputar di Prancis dan Jerman

Jejak Penumpasan Komunisme di Pagar Rumah Berornamen Pancasila dan UUD 1945

“Masuk ke desa kami hanya bisa lewat satu pintu, sehingga jalur ke sawah yang bisa jadi jalur terobosan, kami tutup total juga,” kata Aris Purwanto, relawan Covid-19 Desa Jemekan, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Kamis 28 Mei 2020.

Usai salat Id seluruh jalan juga tetap diblokir sehingga tidak ada aktivitas silaturahmi dan bermaafan. Menurut Aris, hal itu sebaiknya dilakukan secara daring. “Orang luar yang boleh masuk kampung kami hanya yang berkaitan dengan pengiriman bahan pangan, itupun wajib melalui pemeriksaan kesehatan,” kata Aris.

Jalan masuk desa di kawasan Kec. Kandat, Kab. Kediri yang sepi karena terkunci. (Foto: Kholisul Fatikhin)

Petugas Covid-19 memberlakukan lockdown desa selama sembilan hari sejak Hari Raya Idul Fitri. Penjagaan satu pintu dilakukan selama 24 jam dengan tiga pergantian petugas tiap delapan jam. Warga yang keluar masuk desa diperiksa suhu tubuhnya, diberi hand sanitizer, dan diberi masker apabila tidak memakai. Di pos penjagaan disediakan tendon air dan sabun untuk cuci tangan. Warga juga diminta memberi keterangan perihal kepentingannya keluar masuk desa.

Antisipasi penularan virus corona juga dilakukan dengan memberlakukan jam malam. “Ini sekaligus untuk meningkatkan keamanan desa kami selama wabah corona masih berlangsung,” kata Aris.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Kediri, Ahmad Chotib dalam siaran pers 27 Mei 2020 menyebutkan, dari 96 kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Kediri, sebagian besar berasal dari daerah lain. “Dari kasus tersebut berakibat pada penularan ke orang lain atau transmisi lokal,” kata Ahmad Chotib.

Dia minta agar masyarakat serius menerapkan protokol pencegahan secara ketat terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah. Tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, memakai masker, dan menjaga kesehatan. “Semoga pandemi segera berakhir,” katanya. (M Yusuf Ashari)

Tags: #headlineCoronaDesaIdul FItriKedirilebaranLockdown
Previous Post

Ketupat yang Bergelayutan di Vespa Transformer

Next Post

Bermasker, Tanda Cinta Kita untuk Keselamatan Umat Manusia

Next Post
Bermasker, Tanda Cinta Kita untuk Keselamatan Umat Manusia

Bermasker, Tanda Cinta Kita untuk Keselamatan Umat Manusia

Ikhlaskan Sekolah Sunyi Selama Pandemi

Ikhlaskan Sekolah Sunyi Selama Pandemi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA