• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Tuesday, 10 March 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home EDUKASI

Ajaran Nasionalisme di Kalangan Santri Menguar dari Pesantren Kapu Kediri

05 Jul 2023
in EDUKASI
Reading Time: 3 mins read
0
Ajaran Nasionalisme di Kalangan Santri Menguar dari Pesantren Kapu Kediri

Kegiatan belajar santri Pondok Pesantren Kapurejo. (Foto: Eko)

PERJUANGAN bangsa Indonesia merebut kemerdekaan tak dapat dilepaskan dari peran kyai dan ulama. Salah satunya lewat Resolusi Jihad yang ditiupkan KH Hasyim Asyari, pendiri Nahdatul Ulama (NU). Seruan jihad itu menggema di surau, masjid, dan pondok pesantren, lalu membakar semangat para santri berperang melawan penjajah.

Ketika kemerdekaan sudah diraih, ajaran nasionalisme di pesantren terus dipertahankan. Di antaranya, bisa dijumpai di Pondok Pesantren Kapurejo, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Pesan-pesan membela Tanah Air dan menjaga NKRI itu disampaikan melalui media lagu atau syi’ir.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Evie, Guru Tunanetra yang Mahir Mengajar di Kelas Gelap

Murid Sekolah Alam di Kediri Kampanyekan Daur Ulang Sampah

Wamen Komdigi dan Tokoh Bangsa Mengkaji Gelap Terang Indonesia di Reuni Aktivis Pers Mahasiswa

“Semangat kebangsaan tetap dijaga lewat kesenian dan setiap santri wajib melafalkan lagu ini,” kata Mochamad Chamdani Bik atau yang akrab disapa Gus Bik, Pengasuh Pondok Pesantren Kapurejo, Kamis 22, Juni 2023.

Kasidah yang mengajarkan cinta negara ini diperkirakan muncul pada tahun 1950an. Di naskah aslinya terdapat 28 bait berisi beberapa nasehat seperti bela negara, berbakti kepada guru, orang tua, dan membela agama. Namun, mars yang kini diajarkan hanya 9 bait saja.

Lirik itu ditulis ayah Gus Bik yaitu Kyai Shodiq. Penggalan syair yang terkandung nilai nasionalisme antara lain sebagai berikut: Pemuda Salfiyah Indonesia / Junjunglah serta agama kita / Gembira setia bangsa kita / Dengan mengorbankan tenaga / Bersama mengibarkan bendera / Untuk bangsa Indonesia.

“Lagu itu muncul kemungkinan karena dalam catatan sejarah, Pesantren Kapurejo lekat dengan perjuangan kemerdekaan,” ujar Gus Bik.

Mochamad Chamdani Bik atau yang akrab disapa Gus Bik, Pengasuh Pondok Pesantren Kapurejo. (Foto: Eko)

Pesantren Kapurejo didirikan Kyai Hasan Muchyi pada 1880. Ulama bernama asli Raden Ronowijoyo itu merupakan panglima perang Pangeran Diponegoro. Kyai Hasan Muchyi adalah teman seperjuangan kawan Sentot Prawirodirdjo yang juga pengikut Diponegoro.

Menjelang kemerdekaan, anak Kyai Hasan Muchyi menikah dengan Kyai Hasyim Asyari, pendiri NU. Hasyim Asyari sempat bermukim di rumah peninggalan Kyai Hasan Muchyi. Di rumah itulah, rancangan Resolusi Jihad mulai dibahas serius.

“Konon sejumlah tokoh pernah singgah di rumah tersebut, seperti Soekarno, Tan Malaka, hingga Jendral Soedirman,” kata Gus Bik.

Sejarah itulah yang akhirnya juga mengilhami lahirnya kasidah kebangsaan. Ayah Gus Bik, Kyai Shodiq, dulunya juga pejuang Laskar Hizbullah. Selain lewat kasidah, warisan perjuangkan dijaga dengan membentuk kelompok drumband.

Syariat, salah seorang pengajar di Ponpes Kapurejo menjelaskan, keberadan drumband di pesantren adalah perwujudan suara genderang Perang Badar. Setiap ketukan harapannya bisa membangkitkan semangat juang. Demikian pula dengan pemimpin barisan drumband atau mayoret, wajib berwarna merah atau putih yang melambangkan bendera Indonesia.

“Gerakan mayoret diambil dari gerakan silat, untuk menghalau musuh,” ujar Syariat.

Menurutnya, drumband adalah bentuk sikap bela negara, sedangkan mars atau kasidah merupakan pondasi membentuk karakter santri. Lagu ini wajib dikaji secara mendalam oleh santri yang hendak lulus.

Selain sebagai refleksi, kasidah berfungsi sebagai bekal para santri di kehidupan mendatang. Sehingga, semangat juang dalam belajar, berbakti, membela tanah air, dan agama dapat diamalkan hingga akhir hayat. (Kholisul Fatikhin, Ahmad Eko Hadi)

Tags: #headline#Kediri
Previous Post

Gadis Tunanetra Asal Kediri Menjuarai Lomba Baca Quran di Dubai dan Nigeria

Next Post

LSF: Tidak Semua Film Kartun Bisa Ditonton Anak-anak

Next Post
LSF: Tidak Semua Film Kartun Bisa Ditonton Anak-anak

LSF: Tidak Semua Film Kartun Bisa Ditonton Anak-anak

Scooterist Pengunjung KSF 6 Dilarang Merokok di Ruang Display dan Kontes

Scooterist Pengunjung KSF 6 Dilarang Merokok di Ruang Display dan Kontes

Discussion about this post

JELAJAHI

  • BISNIS (111)
  • DESTINASI (114)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (224)
  • PEOPLE (246)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA