• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Friday, 1 May 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home PEOPLE

Berdikari di Lahan Kopi: Kisah Petani Lereng Kelud Kediri

17 Jul 2020
in PEOPLE
Reading Time: 3 mins read

BEBERAPA tahun terakhir, areal tanaman kopi rakyat di lereng Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kian tergerus oleh tanaman kakao, cabai, nanas, tebu, atau hortikultura lain. Para petani menganggap komoditas kopi tidak lagi menguntungkan, terutama karena rendahnya harga jual di pasaran.

Perlahan tapi pasti, kini persoalan itu dijawab masyarakat Dusun Laharpang, Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Berbekal solidaritas, mereka gotong royong membangun sistem pengolahan secara mandiri. Mulai dari proses menanam sampai menjadi produk kopi siap konsumsi.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Jangan Sebar Berita Bunuh Diri di Medsos

Warga Buka Blokade TPA Klotok, Pembuangan Sampah Kota Kediri Normal

Warga Pojok Blokade TPA Klotok, Sampah se-Kota Kediri Menggunung

“Dengan begitu, kita bisa mengendalikan harga dan tidak terpengaruh dengan rute jual beli di tengkulak,” kata Nuryakin, petani kopi Laharpang di perkebunan kopi di desanya, pada Selasa, 14 Juli 2020. Lelaki 34 tahun ini menerangkan, upaya yang dilakukan warga Laharpang ibarat membuat produk saus, yang nilai jualnya tetap stabil meski harga tomat di pasaran sering labil. 

Kopi Bubuk Laharpang, produk buatan para petani lereng Kelud Kediri. (Foto: Naim)

Bagi Nuryakin, kopi masih menjadi salah satu benteng terkuat ketahanan ekonomi masyarakat pinggiran Kelud. Tanaman asli benua Afrika ini telah tumbuh di kawasan timur Kediri selama hampir satu setengah abad. Semula ditanam kolonial Belanda, kemudian mulai kelola penuh oleh negara setelah Indonesia merdeka. Budidaya biji yang kaya kalium dan kafein tersebut turut didikembangkan penduduk setempat, termasuk para petani di Laharpang.

Lambat laun, langkah petani kopi varietas robusta dan liberika ini memasuki jalan terjal. Selain karena bergantung pada tengkulak, produktivitas tanaman sering terhambat akibat ketidakpastian siklus hujan. Ujian yang terus menggilas, terjadi hingga masa erupsi Kelud pada 2014. Potensi kopi dilirik kembali, untuk memulihkan ekonomi warga terdampak letusan gunung setinggi 1.731 meter di atas permukaan laut itu. 

Warga Laharpang menyadari, dalam berikhtiar menggairahkan kembali komoditas kopi membutuhkan dukungan berbagai kalangan. Pada pelaksanaanya, mereka bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Azhar. Di antaranya, membentuk kelompok swadaya masyarakat (KSM) Lamor Kelud Sejahtera. Sejumlah usaha perniagaan mandiri seperti kedai, peternakan, dan pertanian, lahir dari kelompok tani ini.

“Di antara semua usaha kelompok tani ini, yang menunjukkan kemajuan signifikan adalah pengolahan kopi,” kata Aynut Dhobit, pendamping LAZ Al Azhar.

Ia melanjutkan, aktivitas pengolahan kopi telah berlangsung sejak 2017 di Saung Ilmu. Sebuah ruang kegiatan masyarakat yang didirikan LAZ Al Azhar. Di pusat kegiatan warga itu pula, KSM Lamor Kelud Sejahtera menggunakannya sebagai tempat penampungan kopi.

Buah yang bernama asli qahwah ini dibeli dari perkebunan milik petani Laharpang dengan nilai di atas harga pasar. Utamanya, buah yang dipanen dengan teknik pemetikan selektif. Yaitu, hanya memetik buah yang berwarna merah penuh atau matang sempurna saja. Karena bila dipetik serentak atau racutan, akan menghasilkan rasa kopi yang berbeda.

Kedai Kopi Lamor, warung di lereng Kelud yang menawarkan seduhan kopi asli Laharpang. (Foto: Fatikhin)

Kini, sedikitnya terdapat lima varian kopi bubuk hasil olahan KSM Lamor Kelud Sejahtera. Produk bermerek “Laharpang” ini terdiri dari jenis robusta dan liberika, termasuk kopi luwak. Semua dijual dalam bentuk kemasan seberat 250 gram, dengan bandrol di kisaran 10 – 75 ribu Rupiah. Setiap tahun, rata-rata 2 ton kopi Laharpang berhasil beredar di pasaran. Bahkan pada 2019, total permintaan konsumen tercatat mencapai angka 2,9 ton bubuk kopi.

Keuntungan yang terus mengalir ialah hasil berpayah-payah membangun jalur distribusi dari hulu sampai hilir. Menurut Nuryakin, keputusan petani Laharpang membuat produk kopi sendiri, terbukti mampu menjaga keseimbangan di semua lini. Namun selama ini, masih separuh hasil panen dari total 150 hektar areal tanaman kopi di Laharpang yang mampu mereka tampung. Meski itu bagian dari tantangan, tapi bukanlah hal yang mustahil diwujudkan.

“Kita hanya ingin mengembalikan lagi kejayaan kopi di Laharpang,” kata Nuryakin. (Naim Ali)

Tags: #headlineGunung KeludKopiLaharpangpeopleTani
Previous Post

Pelajaran Budi Pekerti Susah Diajarkan Lewat Daring

Next Post

Rumah Mungil Bersimbol Mirip Freemason

Next Post
Rumah Mungil Bersimbol Mirip Freemason

Rumah Mungil Bersimbol Mirip Freemason

Kolam yang Terpendam Letusan Kelud Seribu Tahun Lalu Ditemukan

Kolam yang Terpendam Letusan Kelud Seribu Tahun Lalu Ditemukan

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA