• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 19 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home SURYAPEDIA

Gemuruh Hari Santri dari Jamaah Langgar Kulon

30 Oct 2023
in SURYAPEDIA
Reading Time: 2 mins read
Gemuruh Hari Santri dari Jamaah Langgar Kulon

Kyai Dauglas Toha Yahya atau Gus Lik pada peringatan Hari Santri di Kediri. (Foto: Yusro)

GEMA shalawat berkumandang, ketika ribuan jamaah pengajian memasuki area Ngronggo Sport Art Centre, Kota Kediri pada Minggu 29 Oktober 2023. Para ibu-ibu membeber tikar plastik sebagai alas tempat duduk. Sedangkan rombongan jamaah lain tampak sibuk berbelanja di ratusan lapak kuliner. Tepat jam 9 malam, suasana peringatan Hari Santri Nasional itu semakin riuh.

Tak lama berselang, gegap gempita sekitar 5 ribu pengunjung seketika berubah senyap. Kyai Dauglas Toha Yahya atau yang akrab disapa Gus Lik naik ke panggung. Tidak ada satupun jamaah yang berani bersuara, padahal pengasuh Pondok Pesantren Assaidiyah itu belum berkata-kata.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Kisah Cinta Nyi Roro Kidul Dipersembahkan di Dhoho Night Carnival

Tepat di Hari Pahlawan, Bandara Dhoho Kediri Membuka Rute Penerbangan Internasional

Mulai 10 November 2025, Bandara Dhoho Kembali Melayani Rute Penerbangan Kediri-Jakarta

“Saya di sini tidak lama, jadi tolong dibuka betul telinganya,” kata Gus Lik ketika memulai pengajian.

Acara bertajuk “Djaya Show” ini diselenggarakan Jamaah Langgar Kulon dan didukung PT Gudang Garam Tbk. Pengajian Gus Lik menjadi puncak acara di kegiatan yang berlangsung Sabtu dan Minggu, 28-29 Oktober 2023. Selain pengajian, ada pula bazar UMKM, penampilan musik shalawat, dan Senam Santri.

Gus Lik membuka ceramahnya dengan arti penting peringatan Hari Santri. Mulai dari sejarah perjuangan para santri, hingga resolusi jihad yang dicanangkan KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Resolusi yang lahir pada 22 Oktober 1945 di Pesantren Tebuireng itu menyebut bahwa perang melawan penjajah hukumnya wajib.

“Umat muslim harus menjunjung tinggi nilai islami dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk, menghormati perjuangan para pendahulu memperjuangkan kemerdekaan bangsa,” ujar Gus Lik.

Selama hampir satu jam berlangsungnya pengajian, jamaah khusyuk mendengarkan setiap kalimat yang dilontarkan Gus Lik. Sesekali, ulama nyentrik ini membuat ribuan jamaah tertawa lewat candaan di sela-sela ceramah. Menariknya, sepanjang acara tak ada satupun yang mengambil foto. Semuanya fokus menyimak pengajian.

Pengajian Gus Lik pada acara Jamaah Langgar Kulon yang didukung PT Gudang Garam Tbk. (Foto: Yusro)

Bagi masyarakat Kediri, Gus Lik dikenal sebagai ulama karismatik. Dalam kesehariannya, tokoh ini jauh dari kesan glamor, busana yang dipakai ketika pengajian juga sederhana. Gus Lik adalah putra pasangan KH Said dan Nyai Maemunah Banjarmlati yang memiliki kekerabatan dengan pesantren-pesantren besar di Kediri.

Para pengikut Gus Lik populer dengan sebutan Jamaah Langgar Kulon. Di setiap pengajian yang digelar, entah itu Pengajian Malam Rabu (PMR) atau Pengajian Malam Jumat (PMJ), selalu dihadiri ribuan jamaah.

Setiap pengajian Gus Lik, jamaah PMJ selalu siap dengan personil lengkap. Ada yang bertugas sebagai tim kesehatan, tim parkir, tim keamanaan (banser), tim bersih-bersih, dan tim perlengkapan.

“Saya baru dua kali ikut pengajian Gus Lik, saya merasa ceramahnya menenangkan jiwa serta membuat kangen” kata Agus, salah seorang warga Kelurahan Ngronggo. (Moh. Yusro Safi’udin)

Tags: #headline#Kediri#suryapedia#ulama
Previous Post

Perempuan Difabel Asal Kediri Banjir Endorse Produk Skincare

Next Post

Rumah Kemanusiaan Gusdurian Tempat Bernaung Kaum Lanjut Usia

Next Post
Rumah Kemanusiaan Gusdurian Tempat Bernaung Kaum Lanjut Usia

Rumah Kemanusiaan Gusdurian Tempat Bernaung Kaum Lanjut Usia

Seduhan Kopi Tiam di Trotoar Kota Tua Kediri

Seduhan Kopi Tiam di Trotoar Kota Tua Kediri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA