• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Tuesday, 10 March 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KULTUR

Ribuan Santri Lirboyo Ikut Doa Bersama Tahun Baru Hijriah

10 Sep 2018
in KULTUR
Reading Time: 2 mins read
0
Ribuan Santri Lirboyo Ikut Doa Bersama Tahun Baru Hijriah

SEKITAR 17 ribu santri Pondok Pesantren Lirboyo, berjalan berdesakan di sejumlah trotoar jalanan di Kota Kediri. Membentuk barisan teratur, rombongan kaum bersarung tersebut mengular sepanjang 4,7 kilometer. Mereka berduyun-duyun menuju Masjid Agung Kota Kediri dalam rangka peringatan tahun baru Islam 1 Muharam, 1440 Hijriah.

Berangkat dari pondok, ribuan santri mulai memenuhi jalur pedestrian selepas sholat ashar. Rute yang mereka tempuh, yakni melintasi Jalan KH Abdul Karim, Jalan Penanggungan, Jalan KH Agus Salim, hingga menyeberang Sungai Brantas melalui Jembatan Alun-alun.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Jejak Penumpasan Komunisme di Pagar Rumah Berornamen Pancasila dan UUD 1945

Rampogan Macan, Panggung Pembunuhan yang Memicu Punahnya Harimau

Laksamana Laut Makassar yang Terasing di Pegunungan Malang

Entah sejak kapan tradisi ini dimulai. Secara rutin santri pondok salaf tersebut menjalani kegiatan itu setiap pergantian kalender tahun Hijriah. Mengenakan atribut khas santri seperti baju putih, sarung, peci, dan membawa sajadah; mereka bersama-sama bertafakur sambil memanjatkan doa di salah satu agenda hari besar Islam tersebut.

“Kita berdoa agar selalu mendapat berkah pada setahun mendatang,” kata Nur Choyin, salah seorang santri Lirboyo, Senin, 10 September 2018.

Mulai nyantri di Lirboyo sejak 6 tahun lalu, Choyin tak pernah sekalipun melewatkan ibadah di penghujung tahun hijriah ini. Menurutnya, dalam menjalani tradisi tersebut ada nilai keberkahan tersendiri. Walaupun Masjid Agung sangat mudah ditempuh dengan mengendarai sepeda motor, tapi dia menikmati berjejalan di trotoar sempit bersama ribuan santri lain.

“Kalau jalan kaki, kita lebih bisa meresapi nilai kebersamaan,” ujar santri asal Wonosobo itu.

Ribuan santri Lirboyo saling berdesakan menuju Masjid Agung Kediri. (Foto: Naim)

Hal senada juga diungkapkan oleh Muhammad Isnan Umar Said. Melihat kerumunan santri menuju Masjid Agung, membuatnya melenting ke peristiwa empat tahun silam, sewaktu masih belajar di Lirboyo. Selain teringat soal keberkahan dan kebersamaan, ada kejadian yang tak bisa dia lupakan. Di antaranya, Isnan harus berkejar-kejaran dan bersitegang dengan santri keamanan saat mengikuti kegiatan ini.

Istighosah serta doa bersama akhir tahun 1439 H dan awal tahun 1440 H ini dipimpin oleh KH Anwar Mansur, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. Acara ini dihadiri pula oleh para tokoh ulama dan seluruh lapisan masyarakat di Kota Kediri. Kegiatan doa bersama diakhiri dengan sholat isya berjamaah. Selepas itu, ribuan santri Lirboyo kembali ke pondok tempatnya mengaji. (Kholisul Fatikhin)

Tags: #headline
Previous Post

Cambuk Tiban, Ritual Warga Kediri Memanggil Hujan

Next Post

Pegawai Pertanian Kediri Sukses Berbisnis Anggrek

Next Post
Pegawai Pertanian Kediri Sukses Berbisnis Anggrek

Pegawai Pertanian Kediri Sukses Berbisnis Anggrek

Peluang Usaha Menjanjikan dari Beternak Kelinci

Peluang Usaha Menjanjikan dari Beternak Kelinci

JELAJAHI

  • BISNIS (111)
  • DESTINASI (114)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (224)
  • PEOPLE (246)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA