• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Saturday, 11 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home DESTINASI

Wisata Paggora, Sejak Orde Lama Tak Pernah Sepi

21 Dec 2023
in DESTINASI
Reading Time: 3 mins read
Wisata Paggora, Sejak Orde Lama Tak Pernah Sepi

Pengunjung memasuki gerbang Wisata Paggora. (Foto: Yusro)

SEORANG murid taman kanak-kanak meluncur dari perosotan air setinggi 2 meter. “Byur..!” Ketika tercebur ke kolam renang, dia berteriak ceria dan tertawa lepas. Dari pinggir kolam, para orang tua menyalakan kamera gawai untuk mengabadikan tingkah lucu anak-anak. Cuaca siang itu cukup cerah, sehingga suasana di Kolam Renang dan Taman Wisata Paggora semakin menggembirakan.

Destinasi yang terletak di Kelurahan Banjaran, Kota Kediri, Jawa Timur ini hampir setiap hari ramai pengunjung. Mulai dari rombongan anak-anak sekolah, dewasa, maupun keluarga. Sejak dibuka pada 14 Juli 1961, wisata seluas 7,6 hektar itu tak pernah kehilangan daya tarik.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Gunung Sari, Makam di Antara Kisah Laskar Diponegoro dan Sekartaji

Pecinan Menghadap Kali Brantas, Konsep Kota Riverfront di Kediri

Patung Macan Kediri dan Menara Eiffel Prancis, Dicemooh Lalu Dipuja

Dalam sebulan, rata-rata Wisata Paggora dikunjungi 7000 orang. Jumlahnya naik signifikan ketika weekend, libur lebaran, dan tahun baru. Di momen-momen itu, total pengunjung mencapai 1000 perhari.

“Awalnya tempat ini dibangun bukan sebagai wisata, namun tempat berolahraga,” kata Priyo Prasojo Sekretaris Yayasan Paggora, Rabu, 20 Desember 2023.

Pria 63 tahun itu menjelaskan, usai kemerdekaan, di Kota Kediri belum ada tempat yang khusus digunakan untuk olahraga. Misi pendirian itu tampak dari nama PAGGORA yang merupakan singkatan dari Panitia Gotongroyong Gedung Olah Raga. Pada 1961, fasilitas yang dibangun awalnya berupa lapangan basket, voli, dan kolam renang olimpik atau untuk kejuaraan.  

Tokoh yang menginisiasi Paggora yaitu Mayjen TNI Soekertijo dan Mayjen TNI Mistar Tjokrokoesoemo. Pembangunan fasilitas olahraga ini mendapat bantuan dari Gudang Garam serta gotong royong masyarakat Kediri. Kala itu, batu batanya diambil dari Kelurahan Betet, diangkut menggunakan kereta lori.

Priyo Prasojo, sekretaris Yayasan Paggora ketika menunjukkan lukisan berdirinya wisata. (Foto: Yusro)

Proses gotong-royong warga Kediri membangun Paggora diabadikan lewat lukisan yang tertempel di dinding kantor pusat informasi. Dari lukisan itu, tampak bagaimana aktivitas pembangunan pada tahun 1963. Dalam perjalannya, Yayasan Paggora juga menaungi bidang pendidikan dan sosial lewat berdirinya SMA dan SMK Brawijaya Kediri serta KB Permata Pagora.

“Paggora kemudian dikembangkan menjadi wisata pada 1979 hingga sekarang,” ujar Priyo.

Menurutnya, Wisata Paggora bisa eksis selama 62 tahun karena letaknya strategis. Berada di pusat kota, serta menawarkan banyak fasilitas dan wahana. Selain kolam renang, terdapat berbagai permainan seperti perahu bebek, komedi putar, kebun binatang, dan becak mini. Belakangan wahana ditambah dengan istana balon, wahana outbound, taman bermain, dan terapi ikan.

Kolam renang Paggora. (Foto: Yusro)

Saat weekend, pengelola menggelar acara musik seperti orkes dangdut maupun kesenian tradisional. Pengunjung juga bisa menikmati fasilitas seperti masjid, kamar mandi, dan kesehatan yang semua gratis. Dulu pernah ada kolam pemancingan namun sudah ditutup sejak 20 tahun lalu.

“Di sini banyak wahana bermain, dan tiketnya terjangkau,” kata Muslihah,  guru TK Dharma Wanita Candra Purnamasari Bandar Lor.

Dia menambahkan, anak didiknya senang berkunjung ke Paggora karena tempatnya luas. Sehingga, mereka bisa bebas bermain. Tempatnya juga sejuk karena dikelilingi pepohonan. Para murid juga suka diajak ke kebun binatang mini. Koleksi satwanya cukup banyak, mulai dari burung cendrawasih, buaya, ayam tibet, owa, burung nuri kepala hitam, kasuari, ular, dan elang.

Wisata ini beroparasi dari jam 6 pagi hingga jam 4 sore. Harga tiket masuk untuk dewasa 17 ribu rupiah dan anak-anak 13 ribu rupiah. Jika yang berkunjung rombongan sekolah, tiket mendapat potongan harga.

Kolam perahu bebek di Wisata Paggora. (Foto: Yusro)

Kini, di Yayasan Paggora  terdapat 45 petugas di bagian lapangan. Sedangkan untuk administrasi, pengurusnya adalah 5 orang dari purnawirawan TNI.

“Demi keamanan, setiap wahana ada penjaga atau instruktur, termasuk di kolam renang,” kata Sandy Satria, Kabid Hiburan dan Humas Paggora.

Sandy menjelaskan, Wisata Paggora sekarang tengah mempersiapkan momen tahun baru. Pengelola berencana membuka 15 stand tambahan, termasuk lapak-lapak kuliner. Selain itu, pengunjung juga bisa menyewa tempat khusus, jika hendak mengadakan reuni di akhir tahun. (Moh. Yusro Safi’udin)

Tags: #destinasi#headline#Kediri
Previous Post

Jejak Orang Armenia di Gereja Merah Kediri

Next Post

Whisper Mountain Outbreak, Game Horor Kediri yang Akan Meledak pada 2024

Next Post
Whisper Mountain Outbreak, Game Horor Kediri yang Akan Meledak pada 2024

Whisper Mountain Outbreak, Game Horor Kediri yang Akan Meledak pada 2024

Ekosistem Sumber Air Lereng Kelud Terancam Rusak Akibat Wisata

Ekosistem Sumber Air Lereng Kelud Terancam Rusak Akibat Wisata

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA