• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Tuesday, 20 January 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KOMUNITAS

Kelompok Minoritas Jarang Diberitakan Media

05 Feb 2024
in KOMUNITAS
Reading Time: 2 mins read
0
Kelompok Minoritas Jarang Diberitakan Media

Peserta workshop sedang memetakan isu minoritas. (Foto: DUM)

SEBAGAI negara dengan masyarakat plural, diskriminasi kaum minoritas masih kerap terjadi di Indonesia. Misalnya, para penghayat kepercayaan yang kesulitan mengakses fasilitas negara karena penyebutan agama di kolom KTP. Pembatasan hak-hak ini juga menerpa masyarakat marginal seperti disabilitas, etnis, ras, gender, dan budaya.

“Diskriminasi pada kelompok minoritas masih belum banyak diberitakan media,” kata Ika Ningtyas, Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Komunitas Film Galang Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Alumni Aktivis Pers Mahasiswa Berkumpul di Malang, Bahas Kondisi Bangsa

KSF 8 Menandai Perjalanan Satu Dekade Forum Scooterist Kediri (FORSCOOK)

Menurutnya, kaum minoritas memiliki hak yang sama untuk diberitakan. Hal ini harus disadari oleh media sebagai penyalur informasi. Berita yang harus disajikan tak hanya harus berimbang, tapi perlu memberikan sikap, sehingga bisa mengubah kebijakan pada kelompok minoritas yang terpinggirkan.

Pentingnya menyuarakan isu minoritas itu dibahas mendalam pada Workshop Jurnalistik Indepth Reporting dengan tema “Meliput Kelompok Minoritas”. Digelar pada Sabtu, 03 Februari 2024, acara ini terselenggara berkat kerjasama Jayabaya Institute dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri dan Universitas Nusantara PGRI Kediri.

Workshop Indepth Reporting yang digelar AJI Kediri. (Foto: Dimas Eka Wijaya)

”Workshop ini digelar untuk membekali jurnalis agar menghasilkan liputan berkualitas,“ kata Danu Sukendro, Ketua AJI Kediri.

Acara tersebut diikuti 35 peserta dari unsur mahasiswa, jurnalis, dan aktivis pers mahasiswa. Selama hampir 4 jam, peserta diajak berdiskusi oleh tiga narasumber yaitu Dr. Andri Pitoyo (Dosen dan Penjamin Mutu Prodi PBSI UNP Kediri), Ika Ningtyas (Sekretaris Jenderal AJI Indonesia dan Cek Fakta Tempo.co), serta Dwidjo U. Maksum (Pemimpin Redaksi Kediripedia.com dan Penguji Uji Kompetensi Jurnalis Dewan Pers).

Ketiga narasumber itu secara bergantian memaparkan materi. Mulai dari hal mendasar seperti identifikasi kelompok minoritas, hingga proses penggalian data, riset, dan menyusun tulisan mendalam (indepth reporting).

“Ketika meliput isu minoritas, jurnalis tidak harus netral karena dibutuhkan perspektif dan pembelaan,” kata Dwidjo U. Maksum.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jurnalis harus mampu menyuarakan hak-hak kaum minoritas, serta mengadvokasikan kepentingannya. Dalam hal ini, penting mengetahui strategi penulisan dan penentuan angle liputan. Sebab, menulis indepth reporting cukup menantang karena laporannya cenderung panjang dan kompleks. Sedangkan masyarakat sekarang lebih menyukai informasi yang ringkas.

Di akhir sesi, peserta diminta mengajukan ide liputan kelompok minoritas. Puluhan usulan itu selanjutnya diseleksi, dan peserta terpilih akan mendapatkan fellowship atau dana liputan. AJI Kediri rencananya mengkompilasi laporan indepth reporting yang sudah jadi menjadi sebuah buku. (Moh. Yusro Safi’udin)

Tags: #headline#jurnalis#Kediri
Previous Post

Nonton Ketoprak Tobong Satu-satunya di Jawa Timur, Tiketnya 5 Ribu Rupiah

Next Post

Kegelapan Tak Lagi Menghantui Kampung Onggoboyo

Next Post
Kegelapan Tak Lagi Menghantui Kampung Onggoboyo

Kegelapan Tak Lagi Menghantui Kampung Onggoboyo

Pemecah Batu: Rawan Kecelakaan, Pendapatan Tak Menentu

Pemecah Batu: Rawan Kecelakaan, Pendapatan Tak Menentu

Discussion about this post

JELAJAHI

  • BISNIS (110)
  • DESTINASI (112)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (223)
  • PEOPLE (242)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA